12 September 2026

Get In Touch

Pemkot Surabaya Membuka Peluang Kerja Warga Usia Produktif Desil 1-3

Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro.
Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro.

SURABAYA (Lentera) -Pemerintah Kota Surabaya membuka peluang kerja bagi warga usia produktif yang masuk dalam desil 1-3 yang belum memiliki penghasilan tetap.

Sebanyak 2.738 lowongan kerja disiapkan Pemkot tersebut tersedia melalui kerja sama Pemkot Surabaya dengan 39 perusahaan.

Program tersebut dijalankan melalui Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya. Tidak hanya menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan, Pemkot juga memberikan pendampingan agar warga lebih siap mengikuti proses rekrutmen.

Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, 2.463 warga tersebut merupakan hasil pendataan warga Desil 1-3 usia produktif yang belum memiliki pendapatan.

“2.463 orang ini akan kita sandingkan dengan peluang kerja yang kami punya di Kota Surabaya. Mereka kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut,” kata Hebi, Jumat (11/9/2026).

Dari 39 perusahaan tersebut, tersedia 2.738 posisi pekerjaan yang dapat diakses oleh para pencari kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan masing-masing perusahaan.

Menurutnya, pendampingan diperlukan agar warga tidak hanya mendapatkan informasi lowongan, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi tahapan seleksi. Disperinaker akan membantu pencari kerja menyiapkan dokumen lamaran sesuai standar yang dibutuhkan perusahaan.

Pencari kerja juga akan mendapatkan pembekalan menghadapi wawancara. Mereka diarahkan untuk memahami cara menyampaikan kemampuan dan potensi yang dimiliki ketika berhadapan dengan pihak perusahaan.

“Kita ajari bagaimana caranya agar sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika saat ada wawancara nanti kita akan ajari juga bagaimana cara wawancaranya,” ujarnya.

Untuk memudahkan proses komunikasi antara pencari kerja dan perusahaan, Disperinaker juga akan membuatkan akun personal melalui aplikasi ASSiK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) bagi warga yang masuk dalam program tersebut.

Melalui aplikasi itu, pencari kerja dapat menerima informasi terkait proses lamaran, termasuk pemberitahuan ketika mendapatkan panggilan dari perusahaan.

“Nanti mereka bisa melihat lewat HP, bahwa ada panggilan atau tidak, nanti ada notifikasi di sana. Untuk memudahkan pencari kerja, sehingga nantinya pada saat wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” jelas Hebi.

Selain pendampingan dan pemanfaatan aplikasi, Disperinaker akan melakukan pemantauan terhadap warga yang telah terdaftar dalam program. Monitoring dilakukan bersama kecamatan dan kelurahan untuk melihat perkembangan proses penempatan kerja.

Pemantauan tersebut juga bertujuan memastikan pencari kerja diarahkan sesuai kualifikasi yang dimiliki serta mencegah konsentrasi pelamar hanya pada satu perusahaan.

“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) sangat mendukung program ini,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.