12 September 2026

Get In Touch

UB Evaluasi Akses Gedung Tinggi Usai Mahasiswa Kedokteran Diduga Coba Bunuh Diri

Sekretaris UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., ditemui di Gedung Rektorat UB, Jumat (11/9/2026). (Santi/Lentera)
Sekretaris UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., ditemui di Gedung Rektorat UB, Jumat (11/9/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Universitas Brawijaya (UB) segera mengevaluasi akses menuju gedung-gedung tinggi, menyusul dugaan percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR (19) di lantai 6 Fakultas Pertanian UB, Kamis (10/9/2026).

Sekretaris UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., mengatakan pihak universitas sangat prihatin atas kejadian tersebut. UB juga memastikan akan menanggung biaya perawatan RR selama menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kami mewakili pimpinan universitas merasa sangat prihatin dengan kejadian kemarin, itu di luar dugaan kami. Kami akan menanggung biaya selama RR menjalani perawatan di RS," ujar Tri Wahyu, ditemui di Gedung Rektorat UB, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, UB sebenarnya telah melakukan upaya pencegahan melalui penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tim K3L di tingkat universitas telah diperketat, sementara setiap fakultas juga telah memiliki ahli K3 yang bertugas melakukan pengecekan terhadap kondisi masing-masing gedung.

Namun, Tri mengakui kejadian yang menimpa RR menjadi evaluasi masih terdapat celah dalam sistem pengamanan yang diterapkan. "Memang kami mengakui ini mungkin kecolongan. Kami sudah berusaha maksimal, tetapi kejadian yang kemarin terjadi tentu kami prihatin dan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk lebih memperketat lagi pada khususnya untuk akses-akses gedung yang tinggi," jelasnya.

Langkah konkret yang tengah direncanakan adalah memodifikasi jendela pada gedung-gedung tinggi. Namun, pelaksanaannya kemungkinan baru dapat dilakukan pada tahun anggaran berikutnya karena masih dalam pembahasan bersama pihak aset universitas.

Modifikasi tersebut akan dilakukan dengan mengganti jendela yang menggunakan bukaan yang lebih sempit. Dengan demikian, fungsi jendela sebagai jalur sirkulasi udara tetap terpenuhi, tetapi akses keluar melalui jendela dapat diminimalkan.

Selain aspek keselamatan gedung, UB juga akan mengevaluasi mekanisme penanganan kesehatan mental mahasiswa. Tri mengatakan layanan konseling telah tersedia di masing-masing fakultas. Di tingkat universitas, terdapat pula satuan tugas yang menangani persoalan tersebut.

Meski demikian, adanya kejadian ini membuat UB menilai evaluasi perlu dilakukan kembali secara menyeluruh, baik terhadap aspek kesehatan mental maupun keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kampus.

"Kami akan ada evaluasi lagi secara menyeluruh, baik dari aspek penanganan masalah kesehatan mental maupun juga aspek K3," pungkasnya.

Diketahui, saat ini RR tengah menjalani perawatan insentif di ICU Rumah Sakit dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang usai melewati serangkaian tindakan operasi pada Kamis (10/9/2026).

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.