SURABAYA (Lentera) - Ribuan mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendapat pengalaman berbeda dalam puncak rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Tak hanya disuguhi penampilan musisi nasional Yura Yunita dan Tulus, mereka juga diajak mengenal kesenian tradisional Jawa Timur melalui pertunjukan Jaranan Buto, Kamis (10/9/2026) malam.
Campus Expo yang digelar di Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya tersebut menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-68. Sejak pagi hingga malam, kawasan kampus dipadati mahasiswa baru, alumni, dan sivitas akademika yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan.
Salah satu pertunjukan yang menyedot perhatian adalah Jaranan Buto, kesenian tradisional yang berasal dari Banyuwangi. Atraksi tersebut berlangsung dramatis ketika salah seorang penari mengalami kesurupan di tengah pertunjukan.
Momen itu membuat perhatian ribuan mahasiswa baru tertuju ke panggung. Dalam pertunjukan Jaranan Buto, adegan kesurupan menjadi bagian dari rangkaian atraksi yang dipadukan dengan gerakan-gerakan dramatis para penari.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berbeda dari pertunjukan kesenian yang selama ini mereka kenal.
Salah satunya Refia Calyadhia Malfinnaz, mahasiswa baru Program Studi Psikologi Untag Surabaya. Ia mengaku terkesan karena dapat menyaksikan pertunjukan Jaranan Buto secara langsung.
“Penampilannya bagus. Ini menambah pengalaman dan kenangan baru bagi saya karena ternyata berbeda dari kesenian jaranan yang biasa saya lihat di daerah asal,” ungkapnya dikutip Jumat (11/9/2026).
Ketua Pelaksana PKKMB 2026, Yusrida Muflihah, mengatakan kehadiran kesenian tradisional tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangkaian Campus Expo.
Pertunjukan itu sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah.
“Ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan lokal kepada mahasiswa baru yang berasal dari beragam latar belakang,” ungkap Yusrida.
Setelah rangkaian kegiatan budaya, kemeriahan Campus Expo berlanjut melalui pertunjukan musik. Yura Yunita menjadi salah satu penampil yang mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton.
Ada momen khusus dalam penampilan Yura. Musisi tersebut untuk pertama kalinya membawakan secara langsung single terbarunya, ‘Pertiwi’, di hadapan penonton Campus Expo Untag Surabaya.
Sebelum memperkenalkan karya tersebut, Yura membawakan sejumlah lagu yang dekat dengan perjalanan generasi muda, termasuk tentang keberanian melangkah dan proses mencintai diri sendiri. Suasana kemudian berubah lebih syahdu ketika ia memperkenalkan ‘Pertiwi’ sebagai karya terbarunya.
Kemeriahan semakin terasa ketika Tulus mengambil alih panggung. Penyanyi dan pencipta lagu tersebut mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama melalui sejumlah lagu populernya.
Tulus juga membawakan single terbarunya, ‘Teh Hijau’, yang menjadi bagian dari karya solo barunya setelah sekitar empat tahun sejak album Manusia dirilis pada 2022.
Campus Expo Untag Surabaya tidak hanya berisi konser dan pertunjukan budaya. Sejak pagi, mahasiswa baru juga dapat mengunjungi pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan mengenal berbagai aktivitas kemahasiswaan yang tersedia di lingkungan kampus.
Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., berharap rangkaian Campus Expo dapat menjadi pengalaman awal yang berkesan bagi mahasiswa baru sekaligus membangun semangat mereka memasuki kehidupan perkuliahan.
“Kami berharap konser dan bernyanyi bersama malam ini menjadi kenangan indah bagi mahasiswa baru sekaligus membangkitkan semangat mereka untuk memulai perjalanan di Untag Surabaya,” harapnya.
Dengan memadukan pengenalan UKM, kesenian tradisional dan pertunjukan musik, Campus Expo menjadi penutup PKKMB 2026 yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan akademik. Mahasiswa baru juga mendapat ruang untuk berinteraksi, menikmati kegiatan seni, sekaligus mengenal budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa Timur. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment