15 September 2026

Get In Touch

Anggota Komisi V DPR Usul BMKG, Badan Geologi dan BNPB Disatukan

Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto (tengah) berbicara dalam diskusi \
Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto (tengah) berbicara dalam diskusi \"Waspada Gunung Berapi, Bagaimana Langkah Mitigasinya?\" di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/9/2026). (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto mengusulkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disatukan untuk mempermudah koordinasi penanganan bencana.

Edi menyampaikan usulan itu, dalam diskusi bertajuk "Waspada Gunung Berapi, Bagaimana Langkah Mitigasinya?" di Gedung DPR, Jakarta melansir Antara, Kamis (10/9/2026).

Sekaligus merespons wacana Presiden Prabowo Subianto, mengenai pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi.

"Sekarang Pak Presiden membicarakan ada usulan merger antara Geologi dan BMKG. Saya malah berpikir lain, kenapa tidak BNPB, BMKG, dan Badan Geologi jadi satu payung saja?" kata Edi.

Menurutnya, penyatuan ketiga lembaga tersebut dapat mempermudah dan memperjelas koordinasi dalam penanganan kebencanaan.

Edi mengatakan, ketiga lembaga tersebut dapat disatukan dalam satu badan baru atau kementerian khusus.

"Apalagi kalau kita lihat program prioritas Pak Presiden, poin keenam, itu kan infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana. Ini perlu didiskusikan," ujarnya.

Edi juga mendukung gagasan Presiden Prabowo, mengenai pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi. Namun, menurut dia, gagasan tersebut perlu dikaji secara hati-hati, agar dapat meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus juga menyatakan dukungan terhadap wacana pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi.

"Kami prinsip mendukung, ya, karena sifat koordinasi yang paling nyaman di pemerintah itu seperti apa. Kami sifatnya kan menerima," kata Lasarus di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Lasarus, pengintegrasian kedua lembaga tersebut dapat membuat penanganan bencana lebih efektif karena koordinasi menjadi lebih mudah.

"Geologi mengamati aktivitas gunung berapi. Dampak dari letusan itu BMKG juga punya instrumen. Peralatan dan sumber daya manusia yang terkait dengan geologi juga ada di BMKG. Saya setuju kalau itu digabungkan. Lebih efektif dan efisien dari sisi komunikasi," ujarnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan wacana pengintegrasian BMKG dan Badan Geologi, saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Presiden mengatakan, pemerintah akan membahas lebih lanjut kemungkinan pengintegrasian kedua lembaga tersebut, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemantauan dan mitigasi bencana mengingat Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik (ring of fire).

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.