LEBIH dari 2.000 orang, sebagian besar anak-anak, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 1–9 September 2026. Kasusnya tersebar di Sidoarjo, Rembang, Agam, Tana Toraja, hingga yang terbaru di Pati. Makanan yang semestinya ditunggu anak-anak kini justru membuat sebagian takut makan. Di SMPN 1 Kabuh, Jombang, ratusan porsi MBG dibiarkan utuh karena siswa ragu menyantapnya. Di SMAN 1 Lasem, Rembang, sebagian korban memilih membawa bekal dari rumah. Di Sidoarjo, 45 santri Mambaul Hikam kembali dilarikan ke rumah sakit setelah sebelumnya sempat menjalani rawat jalan.
Kasus yang lebih membuat wawas terjadi di Karo, Sumatra Utara. Febiona Purba, 16 tahun, dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah dugaan keracunan MBG pada 13 Agustus. Rangkaian kasus itu menyisakan persoalan yang lebih besar daripada sekadar keamanan makanan yaitu kepercayaan. Ombudsman Jawa Tengah pun menegaskan bila rakyat berhak menolak MBG. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/10092026.pdf
Author



.jpg)
.jpg)

Post a comment