SARAWAK (Lentera) - Sebuah helikopter dilaporkan jatuh di dekat Bandara Long Lellang yang berada di pedalaman Distrik Marudi, wilayah utara Sarawak, Malaysia, hingga mengakibatkan korban tewas 5 orang, pada Selasa (8/9/2026).
Insiden kecelakaan udara ini memicu operasi darurat, setelah diketahui mengangkut lima orang yang terdiri dari kru penerbangan dan tenaga medis dalam program layanan kesehatan keliling.
Berdasarkan informasi awal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandara Miri (AFRS), helikopter tersebut jatuh di dekat ujung landasan pacu di Long Lellang.
Wilayah ini berjarak sekitar 310 kilometer dari Miri dan menjadi prasarana vital yang melayani daerah pedesaan Long Lellang, termasuk beberapa komunitas adat Kelabit dan Penan paling terpencil di Sarawak.
Kronologi Jatuhnya Helikopter
Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) telah mengonfirmasi, insiden jatuhnya helikopter jenis BO-105 dengan nomor registrasi 9M-LLF tersebut. CAAM sendiri menerima pemberitahuan resmi terkait insiden tersebut, dari Layanan Informasi Penerbangan pada pukul 15.58 waktu setempat.
Kepolisian setempat segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan ke lokasi kejadian.
Komisaris Polisi Sarawak, Datuk Mohamad Zainal Abdullah menjelaskan latar belakang penerbangan tersebut dalam keterangan resminya:
"Helikopter itu milik perusahaan swasta dan disewa untuk Layanan Dokter Terbang dari Miri ke Ba Lai, Long Siut dan Long Lellang di Marudi, Sarawak," terang Abdullah mengutip tribunnews, Rabu (9/9/2026).
Ia juga mengimbau, masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai insiden ini dan membiarkan proses investigasi berjalan secara transparan.
Asap Karhutla Tunda Evakuasi
Komisaris Polisi Zainal Abdullah mengungkapkan, bahwa lokasi jatuhnya helikopter berada di area yang sangat terpencil, sehingga proses evakuasi dinilai memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Tak hanya lokasi yang terpencil, upaya evakuasi melalui udara ini juga dihadapkan dengan cobaan berat berupa tebalnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Sarawak merupakan salah satu wilayah Malaysia yang paling terdampak parah atas terjadinya insiden karhutla akibat pembakaran lahan sawit oleh warga Indonesia.
"Layanan udara menggunakan helikopter tidak dapat digunakan saat ini karena kondisi kabut asap dan Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) belum mengizinkan penerbangan dari pangkalan udara polisi Kuching." terang Abdullah.
Akibat hambatan operasional di lapangan, proses evakuasi ini pun akhirnya dilakukan melalui perjalanan darat dengan berkendara dari Marudi.
Alhasil, tim evakuasi dari Kepolisian Sarawak membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk mencapai lokasi kejadian melalui jalur darat.
Akibat pembatasan izin terbang tersebut, operasi pencarian di hari pertama sangat mengandalkan partisipasi aktif dari warga lokal dan unsur pengamanan setempat.
"Operasi pencarian dan penyelamatan saat ini bergantung pada bantuan dari penduduk desa setempat, personel Rela, dan polisi bantuan STOLport Long Lellang," tegas Abdullah.
Respons Kementerian Kesehatan Malaysia
Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad turut mengonfirmasi, bahwa terdapat seorang pilot dan empat petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang berada di dalam helikopter nahas tersebut.
Para petugas medis tersebut meliputi seorang pejabat medis, seorang asisten pejabat medis, serta dua orang perawat yang tengah menjalankan tugas resmi dalam program Layanan Dokter Terbang (Flying Doctor Service).
Meskipun status pasti awak dan penumpang, serta penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi, pihak kementerian terus memantau situasi secara intensif dan berkoordinasi untuk menghubungi keluarga korban guna memberikan dukungan moril.
Dalam pernyataan resminya, pada Selasa (8/9/2026), Menteri Dzulkefly menyampaikan rasa duka mendalam:
“Saya sangat sedih saat menerima laporan awal insiden tersebut.”
“Namun, seiring operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang masih berlangsung, saya mendesak media dan masyarakat untuk tidak membuat spekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menghormati perasaan anggota keluarga korban.”
“Mari kita berdoa agar operasi pencarian dan penyelamatan berjalan lancar,”
Pihak kementerian memastikan bahwa perkembangan lebih lanjut mengenai operasi pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari personel SAR, tenaga medis, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan akan terus disampaikan secara berkala kepada publik.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)

Post a comment