10 September 2026

Get In Touch

Menhut Segel 2400 Hektare Lokasi Karhutla Ditanami Sawit di Kalbar

Menhut Raja Juli Antoni (tengah) dalam penyegelan lokasi karhutla di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapan Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026). (foto:ist/Ant/Kemenhut)
Menhut Raja Juli Antoni (tengah) dalam penyegelan lokasi karhutla di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapan Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026). (foto:ist/Ant/Kemenhut)

JAKARTA (Lentera) - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni turun langsung melakukan penyegelan di lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, pada Selasa (8/9/2026).

Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, penyegelan di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan itu dilakukan sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto, yang menyoroti adanya aktivitas penanaman sawit setelah asap di lokasi baru saja padam.

"Sesuai dengan perintah Bapak Presiden. Ini banyak sekali yang nakal. Ini (di lokasi penyegelan) baru aja asapnya padam, tapi sudah mulai ditanam sawit ini," ujarnya mengutip Antara, Rabu (9/9/2026).

Menhut menegaskan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut bersama Polri dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang, melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas tersebut. 

Selama proses pidana dilakukan oleh Polda Kalimantan Barat, pihak yang berada di lokasi dilarang masuk ke lokasi maupun melakukan aktivitas.

"Yang pertama tentunya ini dilarang masuk, dilarang melakukan aktivitas apa-apa, sambil pidananya sedang berproses juga di Polda Kalimantan Barat," tegasnya.

Dalam penindakan di lapangan, satu alat berat telah disita setelah ditemukan aktivitas di lokasi yang sebelumnya terdampak karhutla dan kini mulai ditanami sawit.

"Ya itu, mereka dengan sewenang-wenang ya mereka bakar, masyarakat menjadi napas sesak, nah kemudian mereka udah mulai tanam sawit. Oleh karena itu sudah kita tindak, udah kita sita alat beratnya dan sedang diproses di Polda. Kerjasama dengan Gakkum Kehutanan," tandas Menhut.

Menhut Raja Antoni juga menyebut, total luasan yang terbakar di kawasan tersebut sekitar 2.400 hektare (ha). 

"Proses pidana akan dilanjutkan, sesuai dengan perintah Bapak Presiden," pungkasnya.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.