04 September 2026

Get In Touch

BMKG: Titik Panas di Kalimantan Terbanyak, Capai 724 Lokasi

Foto kebakaran lahan. (BMKG)
Foto kebakaran lahan. (BMKG)

SURABAYA (Lentera) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Selasa (1/9/2026) mempublikasi adanya titik panas terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Titik terbanyak berada di Kalimantan yang mencapai 724 titik, berdasarkan deteksi titik panas tingkat kepercayaan tinggi tanggal 31 Agustus 2026 (0–23 WIB).

"Sementara itu, di Kalimantan terdeteksi sebanyak 724 titik, yang terdiri atas 284 titik di Kalimantan Barat, 261 titik di Kalimantan Tengah, 25 titik di Kalimantan Selatan, 108 titik di Kalimantan Timur, dan 46 titik di Kalimantan Utara," tulis BMKG, Selasa (1/9/2026).

Titik panas juga terdapat di Sumatera. Di antaranya terdiri dari 4 titik di Aceh, 2 titik di Kepulauan Bangka Belitung, dan 20 titik di Sumatera Selatan.

Kemudian, di Papua dan Maluku terdeteksi sebanyak 16 titik, yang terdiri atas 12 titik di Maluku, 1 titik di Papua Selatan, dan 3 titik di Maluku Utara. 

berdasarkan analisis dilakukan pada 7 (tujuh) provinsi prioritas pemantauan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Jumlah titik panas di 7 provinsi tersebut cenderung fluktuatif dalam 10 hari terakhir.

BMKG juga menyebutkan berdasarkan Fire Weather Index (FWI), potensi kebakaran hutan dan lahan terjadi di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan pada periode 01 hingga 07 September 2026. Wilayah Sumatera diprediksi secara umum dalam kategori Rendah (biru) hingga Sangat Tinggi (merah). 

Kemudian potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdapat di sebagian
kecil wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Bengkulu, serta di sebagian wilayah Kep. Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Kep. Bangka Belitung.

Sedangkan di wilayah Jawa diprediksi secara umum dalam kategori Rendah (hijau) hingga Sangat Tinggi (merah). Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdapat di sebagian besar wilayah Jawa.

Di Wilayah Kalimantan diprediksi secara umum dalam kategori Rendah (biru) hingga Sangat Tinggi (merah). Potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdapat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, serta di sebagian kecil wilayah Kalimantan Utara

"Mengingat titik api di Sumatera bagian tengah - selatan, di sebagian besar Kalimantan, serta di sebagian wilayah Maluku dan Papua yang jumlahnya banyak, disertai dengan kondisi dinamika atmosfer yang kering dan memudahkan penyebaran api, maka perlu perhatian khusus di beberapa wilayah, di antaranya adalah Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan," rekomendasi BMKG. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.