31 August 2026

Get In Touch

Jadwal Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Terganggu, Jarak Pandang Hanya 500 Meter

Kondisi kabut asap di wilayah Palangka Raya, jarak pandang hanya 500 Meter
Kondisi kabut asap di wilayah Palangka Raya, jarak pandang hanya 500 Meter

PALANGKA RAYA (Lentera) –Kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Kondisi jarak pandang yang hanya 500 meter, membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan pada hari Minggu, 30 Agustus 2026.

Bahkan, Pesawat Super Air Jet dari Surabaya menuju Palangka Raya terpaksa kembali ke Bandara Juanda Surabaya karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Berdasarkan informasi dari Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, membenarkan jika jarak pandang di bandara hanya sekitar 500 meter. 

Tentu saja kondisi ini tidak memungkinkan pesawat untuk melakukan lepas landas dan pendaratan, sehingga harus dilakukan penundaan terhadap jadwal penerbangan.

"Perlu saya informasikan jika salah satu penerbangan rute Surabaya-Palangka Raya yang sudah terbang mendekati Bandara Tjilik Riwut, namun pilot mendapatkan informasi jarak pandang hanya 500 meter, sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Surabaya karena tidak memenuhi unsur keselamatan," papar Darmawan, Senin (31/8/2026).

Ia melanjutkan, hal ini tentu saja berdampak pada penerbangan selanjutnya, yaitu rute Palangka Raya-Semarang, karena yang digunakan pesawat rute Surabaya kemudian Palangka Raya menuju Semarang.

"Prosedur pembatalan pendaratan merupakan hal yang biasa dalam penerbangan apabila bandara destinasi tidak memungkinkan dilakukan pendaratan, pilot akan mencari bandara alternatif yang tidak jauh," jelasnya.

Pihak Bandara terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jarak pandang dan cuaca secara berkala. Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum pesawat diperbolehkan melakukan pendaratan maupun keberangkatan.

Sebagaimana kita ketahui, kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya merupakan dampak dari karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat konektivitas udara.

"Kami mengimbau penumpang untuk terus berkoordinasi dengan maskapai terkait jadwal penerbangan dan perkembangan kondisi di Bandara Tjilik Riwut, karena jika jarak pandang belum memenuhi batas aman penerbangan, penundaan maupun pengalihan penerbangan dapat dilakukan hingga kondisi kembali memungkinkan," tutup Darmawan.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.