SURABAYA (Lentera) — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau Diana Sasa menyampaikan harapan agar pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum memperkuat peran NU, sebagai kekuatan moral dan sosial bagi bangsa Indonesia.
Menurut legislator Diana Sasa, NU memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Indonesia. Sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, NU tidak hanya berperan dalam membangun kehidupan umat, tetapi juga ikut menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"NU adalah penjaga moral bangsa. Karena itu, Muktamar NU harus menjadi momentum yang menunjukkan kedewasaan, kebersamaan, dan teladan demokrasi bagi masyarakat luas," ujar Diana Sasa.
Ia berharap, seluruh proses Muktamar dapat berjalan dengan penuh penghormatan, mengedepankan musyawarah, serta menjaga tradisi NU yang selama ini mengutamakan persaudaraan dan kemaslahatan umat.
Menurutnya, kekuatan NU terletak pada kemampuannya menjadi rumah besar bagi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, NU harus terus dijaga sebagai organisasi yang mandiri, memiliki peran sosial yang kuat, serta mampu menjadi mitra strategis negara dalam membangun peradaban bangsa.
"Negara membutuhkan keberadaan organisasi kemasyarakatan keagamaan yang sehat dan kuat. Ormas seperti NU memiliki peran penting dalam menjaga nilai moral publik, memperkuat kehidupan demokrasi, dan merawat persatuan bangsa," kata aktivis mahasiswa mantan Bendahara Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya ini.
Diana menegaskan, politik kebangsaan merupakan bagian dari sejarah panjang NU, namun NU memiliki kekuatan besar karena mampu berdiri sebagai kekuatan masyarakat sipil yang melampaui kepentingan politik praktis.
"Saya berharap Muktamar NU menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin maju, semakin dekat dengan persoalan umat, serta terus menjadi cahaya bagi Indonesia," pungkasnya.
Editor: Arief Sukaputra



.jpg)

Post a comment