23 August 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi Republik Indonesia di The St. Regis Jakarta, pada Kamis (20/8/2026) malam.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi Republik Indonesia di The St. Regis Jakarta, pada Kamis (20/8/2026) malam.

SURABAYA (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi Republik Indonesia dalam ajang penganugerahan Koperasi Award 2026 yang berlangsung di The St. Regis Jakarta, pada Kamis (20/8/2026) malam.

Secara khusus, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E. Ak, M.Si kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim Endy Alim Abdi Nusa yang hadir mewakili Gubernur Khofifah. 

Penghargaan untuk Gubernur Khofifah tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Koperasi RI Nomor 25 Tahun 2026. Melalui penghargaan ini, Jawa Timur berhasil memposisikan diri sebagai salah satu provinsi pelopor dalam pembinaan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing tinggi. 

Tidak hanya itu, penghargaan tersebut juga menjadi prestasi membanggakan sekaligus pengakuan komitmen tinggi Gubernur Khofifah dalam membina, memajukan dan menguatkan perekonomian berbasis kerakyatan.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur dan  bangga serta  terima kasih atas dianugerahkannya penghargaan tersebut. Ia mengatakan bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras seluruh masyarakat khususnya insan koperasi di Jawa Timur. 

Koperasi disebutnya bukan sekadar bentuk badan usaha hukum, melainkan sebuah gagasan besar tentang bagaimana ekonomi bangsa dibangun melalui semangat kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 

"Alhamdulillah penghargaan ini merupakan hasil ikhtiar bersama dalam merawat dan meningkatkan semangat kegotong-royongan khas koperasi di masyarakat khususnya hingga level terbawah," ucap Khofifah. 

Ia melanjutkan, di tengah tantangan perekonomian yang semakin kompleks insan perkoperasian juga dituntut untuk terus berbenah dengan menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap teknologi. 

Khofifah juga menekankan bahwa koperasi di Jawa Timur telah terbukti menjadi pilar kokoh penopang ekonomi rakyat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. 

Sinergi antara koperasi, UMKM, dan perbankan di Jawa Timur terus diperkuat guna membuka akses pembiayaan yang inklusif serta memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, di Jatim, peran strategis koperasi semakin penting. Pertumbuhan ekonomi triwulan I Jawa Timur sebesar 60 persen dengan kontribusi terbesar adalah koperasi dan UMKM. Saat ini, Jawa Timur memiliki 28.898 koperasi aktif, jumlah terbesar di Indonesia. 

Oleh sebab itu, secara khusus Gubernur Khofifah menyatakan dukungan penuh atas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari pemerintah pusat. Pasalnya, program ini dirancang untuk mendekatkan wadah koperasi kepada masyarakat, mengonsolidasikan potensi ekonomi desa, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta memberikan nilai tambah secara nyata bagi usaha masyarakat. 

Disebutkan Khofifah, hingga saat ini terbentuk 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jatim. Akhir Juni 2026, sebanyak 1.094 koperasi telah beroperasi dengan dukungan 1.382 gerai, meliputi penyediaan sembako, kefarmasian, klinik kesehatan, logistik, pergudangan, hingga simpan pinjam dengan total transaksi tercatat di Simkopdes mencapai Rp70 milyar.

"Yang terpenting adalah bagaimana menggerakkan perekonomian masyarakat dari bawah ke atas. Jangan hanya di atas tapi tidak tembus ke bawah. Sektor informal kita adalah penyumbang terbesar dalam PDRB," tegasnya. 

Lebih lanjut, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mendukung modernisasi dan digitalisasi koperasi tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur gotong royong. Program-program pemberdayaan ekonomi perempuan, kelompok tani, nelayan, dan pemuda berbasis koperasi akan terus diperluas hingga ke pelosok desa.

"Penghargaan ini seyogyanya semakin mengukuhkan komitmen Jawa Timur dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan visi nasional, yakni mewujudkan gerakan koperasi yang berdaulat, mandiri, dan mampu memberikan kemanfaatan sosial secara berkelanjutan," tegas Khofifah. 

Di akhir, Gubernur Khofifah juga menyampaikan optimisme bahwa penghargaan Nayaka Mahambara ini, akan semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai "Gerbang Baru Nusantara" yang siap mengawal kemajuan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para insan, tokoh, dan pimpinan daerah yang dinilai berhasil membawa koperasi terus tumbuh dan beradaptasi. Penganugerahan ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus membagikan praktik-praktik baik (best practices) bagi perkembangan koperasi lain di Indonesia. 

"Di momen ini kami mengajak seluruh hadirin untuk meneladani semangat kemitraan yaitu yang kuat membantu yang lemah, dan yang besar memperkuat yang kecil. Agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat," tutupnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.