Fakultas Teknik Untag Surabaya Lepas 446 Lulusan, Dorong Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan
SURABAYA (Lentera) – Sebanyak 446 calon wisudawan Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengikuti Penggelaran Lulusan Sarjana Teknik (S-1), Magister Teknik (S-2), Profesi Insinyur, sekaligus Pengambilan Sumpah Profesi Insinyur periode Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang R. Soeparman Hadipranoto, Gedung Graha Wiyata lantai 9 ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan akademik dan profesional dengan membawa kompetensi serta pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Dari total 446 calon wisudawan tersebut, sebanyak 162 merupakan lulusan Sarjana Teknik Industri, 74 Sarjana Teknik Mesin, 65 Sarjana Teknik Sipil, 61 Sarjana Teknik Arsitektur, 45 Magister Teknik Sipil, dua Magister Arsitektur, serta 37 lulusan Profesi Insinyur.
Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya sekaligus Ketua Senat Fakultas Teknik, Dr. Ir. Ar. R.A. Retno Hastijanti, MT, IPU, IAI, APEC Eng., mengapresiasi berbagai capaian yang diraih mahasiswa selama masa studi.
Menurutnya, capaian mahasiswa tidak hanya terlihat dari aspek akademik, tetapi juga melalui karya ilmiah, inovasi teknologi, pengabdian kepada masyarakat, hingga prestasi dalam berbagai kompetisi di bidang rekayasa.
“Institusi yang membanggakan adalah institusi yang membuat mahasiswa berani bermimpi, memberi mereka ruang untuk bertumbuh dan membantu mereka membuktikan bahwa mimpi itu dapat dicapai,” tuturnya, Jumat (21/8/2026).
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Lulusan Yudisium oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Faradlillah Saves, S.T., M.T. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada lulusan dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik di masing-masing jenjang dan program studi.
Untuk jenjang sarjana, penghargaan lulusan terbaik diberikan kepada Agatha Hannabel Avnanta Putri dengan IPK 3,94 dari Teknik Industri, Ali Syamsuddin dengan IPK 3,71 dari Teknik Mesin, Muhammad Fadhul Mubin dengan IPK 3,89 dari Teknik Sipil, serta Dion Ardian Oktaviano dengan IPK 3,85 dari Teknik Arsitektur.
Sementara pada jenjang magister, Bakti Yudi Firmanto meraih predikat lulusan terbaik Magister Teknik Sipil dengan IPK 3,98, sedangkan Sumarno menjadi lulusan terbaik Magister Arsitektur dengan IPK 3,97. Adapun Adi Nugroho Ngestitomo meraih predikat lulusan terbaik Program Profesi Insinyur dengan IPK sempurna 4,00.
Mewakili para lulusan, Bakti Yudi Firmanto menyampaikan apresiasi kepada pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Ia menegaskan, kelulusan bukan menjadi akhir dari proses belajar. Sebaliknya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut para lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, bukan berarti kita telah mengetahui semuanya. Justru kita semakin menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang, teknologi terus berubah dan dunia terus bergerak,” ungkapnya.
Selain prosesi yudisium, kegiatan tersebut juga diisi orasi ilmiah oleh Guru Besar Fakultas Teknik Untag Surabaya, Prof. Erni Puspanantasari Putri, ST., M.Eng., Ph.D. Dalam orasinya, ia mengangkat tema “Rekayasa Sistem untuk Masa Depan: Optimasi, Inovasi, dan Kolaborasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan.”
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Sumpah Profesi Insinyur yang dipandu Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur, Dr. Ir. Gentur Prihantono, SP., SH., MT., MH., IPU.
Melalui momentum tersebut, Fakultas Teknik Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga berintegritas, mampu berinovasi, serta memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menjawab tantangan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment