22 August 2026

Get In Touch

Pakar ITS Ingatkan Warga Waspadai Gempa Susulan NTT

Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi.
Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi.

SURABAYA (Lentera)- Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kadek Hendrawan Palgunadi mengingatkan potensi gempa susulan (aftershock) yang dapat terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu.

Peneliti Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS tersebut mengatakan, gempa susulan merupakan bagian dari proses alamiah penyesuaian sesar di sekitar sumber gempa utama. Kendati kekuatannya umumnya semakin menurun seiring waktu, gempa susulan tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu kerusakan tambahan pada bangunan yang sebelumnya telah terdampak.

“Jika diasumsikan gempa utamanya magnitudo 7,7 kemarin, secara statistik akan ada minimal tiga kali gempa magnitudo 6,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Karena itu, Kadek mengimbau masyarakat terdampak, relawan, tim evakuasi, maupun petugas asesmen bangunan untuk meningkatkan kewaspadaan selama dua pekan setelah gempa utama.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi bangunan sebelum warga kembali ke rumah. Bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural perlu mendapatkan asesmen dari pihak berkompeten untuk memastikan tingkat keamanannya.

“Warga disarankan untuk terus menetap sementara di lokasi evakuasi yang aman apabila kondisi hunian masih menunjukkan keretakan yang riskan,” katanya.

Selain gempa Flores, gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 6 juga terjadi di Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah dalam waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa rangkaian gempa tersebut saling berkaitan.

Namun, Kadek menjelaskan ketiga gempa tersebut berasal dari entitas tektonik dan sesar yang berbeda. Berdasarkan analisis awal, kemungkinan ketiga gempa tersebut saling memicu dinilai sangat kecil. “Gempa bumi yang terjadi secara beruntun bisa juga terjadi secara kebetulan,” paparnya.

Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS itu menjelaskan, Indonesia memang memiliki aktivitas seismik yang tinggi karena berada pada wilayah pertemuan sejumlah lempeng tektonik dan dilintasi berbagai sesar aktif. Kondisi tersebut membuat gempa bumi dapat terjadi di sejumlah wilayah dalam waktu yang berdekatan tanpa selalu memiliki hubungan langsung.

Menurutnya, rangkaian gempa yang saling memicu biasanya memiliki kondisi tektonik tertentu, misalnya ketika terjadi gempa sangat besar dengan magnitudo lebih dari 8 pada zona megathrust.

Terkait gempa di Flores, Kadek menjelaskan kawasan daratan Flores hingga bagian utara Bali dilintasi oleh Flores Back-Arc Thrust. Sesar aktif tersebut merupakan salah satu sumber potensi gempa di wilayah Nusa Tenggara.

“Seismolog-seismolog Indonesia sudah mengekspektasikan bahwa sesar tersebut bisa menghasilkan magnitudo maksimal mencapai 7,8,” jelas alumnus program doktoral Geosains dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), Arab Saudi, tersebut.

Kadek menegaskan potensi gempa susulan tidak berarti masyarakat harus panik. Sebaliknya, informasi tersebut perlu dijadikan dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan warga berada di tempat yang aman.

Gempa susulan terjadi karena sesar-sesar di sekitar patahan utama masih mengalami proses penyesuaian setelah gempa utama. Secara umum, frekuensi dan kekuatan gempa susulan akan berkurang seiring berjalannya waktu.

Namun, bangunan yang sudah mengalami kerusakan akibat gempa utama memiliki risiko lebih besar jika kembali diguncang. Karena itu, pemeriksaan struktur menjadi bagian penting dalam tahapan pemulihan pascabencana.

Untuk itu, Kadek meminta masyarakat tidak terburu-buru kembali ke rumah sebelum kondisi bangunan dinyatakan aman. 

"Bagi warga yang bangunannya mengalami kerusakan atau keretakan serius, lokasi evakuasi yang aman sebaiknya tetap menjadi tempat tinggal sementara hingga asesmen teknis dilakukan," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.