BANDUNG (Lentera) - Dua kali gempa bumi dirasakan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin (17/8/2026). Gempa berkekuatan Magnitudo 2,4 terjadi pada pukul 17.06 WIB, kemudian gempa bermagnitudo 3,0 terjadi pada pukul 19.45 WIB.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan gempa pada pukul 17.06 WIB, berada di darat, 21 kilometer arah tenggara Kabupaten Bandung dengan edalamannya sama, tujuh kilometer. Gempa dirasakan di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pemicu gempa yakni aktivitas sesar aktif.
Melansir Tempo.co, berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa dari laut itu dirasakan di wilayah Pangalengan dengan skala intensitas antara II - III MMI dan Kertasari II MMI.
Sedangkan gempa pada pukul 19.45 WIB memiliki pusatnya pada titik koordinat 7,22 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,62 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya sekitar 24 kilometer arah tenggara Kabupaten Bandung. Pusat gempa berada di kedalaman tujuh kilometer.
“Gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto dalam keterangannya melansir Tempo.co.
Kecamatan Kertasari dan Pangalengan merasakan gempa dengan skala intensitas III MMI atau gempa terasa nyata di dalam rumah seakan ada truk yang berlalu. Sedangkan di Kecamatan Arjasari dan Pacet merasakan gempa berkisar antara II-III MMI. BMKG juga melaporkan sejauh ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment