13 August 2026

Get In Touch

Mas Dhito Siap Gandeng UGM, untuk Penguatan Nilai Tambah Hasil Pertanian Kediri

Bupati Kediri, Hanindhito Himawam Pramana (tengah) bertemu tim Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Selasa (11/8/2026).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawam Pramana (tengah) bertemu tim Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Selasa (11/8/2026).

KEDIRI (Lentera) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri membuka pintu kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada untuk  penguatan nilai tambah hasil pertanian.

Pertemuan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dengan delegasi Departemen Teknologi Industri Pertanian, pada Selasa (11/8/2026) menjadi langkah awal penjajakan kerja sama ini.

Berlokasi di Pemkab Kediri, pertemuan itu membahas beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan. Diantaranya, penerapan teknologi pasca panen untuk menjaga kualitas komoditas, maupun pengembangan produk olahan hasil pertanian.

Bupati Kediri yang biasa disapa Mas Dhito mengatakan, Pemkab Kediri sejauh ini terus berupaya menguatkan sektor pertanian, mengingat 80 persen penduduk memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani. 

Manajemen industri pasca panen, diakui masih menjadi tantangan di Kabupaten Kediri. Meski Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada sektor industri olahan hasil pertanian terjadi kenaikan, petani masih banyak yang memilih menjual komoditas secara langsung saat panen. 

"Untuk menaikkan nilai tambah itu, masih perlu kerja keras," katanya dalam keterangan diterima, Rabu (12/8/2026).

Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, memiliki komoditas unggulan seperti padi, jagung, nanas, cabai termasuk mangga podang. 

Dari sekian komoditas tersebut, cabai kerap menemui persoalan saat harga anjlok dan mangga podang, yang bergantung pada siklus musiman dinilai masih butuh perhatian.

Disisi lain, Pemkab Kediri kini tengah memetakan potensi unggulan daerah, guna menyambut rencana Bandara Dhoho melayani embarkasi haji pada 2027. 

"Pada prinsipnya kami siap, menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM," ungkap Mas Dhito.

Sementara itu, perwakilan tim dari UGM, Prof. Adi Djoko Guritno mengungkapkan beberapa skema yang nantinya dapat dilakukan seperti pendampingan, kegiatan pengabdian mahasiswa maupun dosen turun langsung ke lapangan untuk transfer teknologi. 

Ditambahkannya, saat ini ada teknologi supaya bahan baku menjadi lebih awet, termasuk membuat rekayasa supaya komoditas bisa tetap panen diluar musim. Pihaknya berharap, nantinya dari pertemuan itu dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama.

"Ini menarik, kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal dimana titik-titik kita bisa kerjasama," tuturnya dalam pertemuan penjajakan kerjasama tersebut.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.