06 August 2026

Get In Touch

SGE ke-15 Dibuka, Pemkot Surabaya Perkuat Promosi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Pameran Surabaya Great Expo (SGE) 2026.
Pameran Surabaya Great Expo (SGE) 2026.

SURABAYA (Lentera) -Surabaya Great Expo SGE 2026 resmi dibuka Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Exhibition Hall Grand City, Surabaya, Rabu (5/8/2026). Pameran berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Surabaya Business Start”.

Sebanyak 106 peserta dengan total 142 stan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari perangkat daerah (PD), BUMD, BUMN, pelaku UMKM, koperasi, perusahaan swasta, asosiasi usaha, hingga pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis transaksi SGE tahun ini dapat terus meningkat. Ia menyebut penyelenggaraan SGE pada tahun-tahun sebelumnya mampu mencatat perputaran transaksi sekitar Rp7 miliar hingga Rp9 miliar.

“Dengan kualitas produk yang semakin menarik, saya berharap omzet tahun ini bisa melebihi Rp9 miliar seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Eri.

Menurutnya, SGE menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk lokal Surabaya kepada masyarakat sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan.

Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari fesyen, batik, hingga kuliner. Salah satu produk yang mendapat perhatian adalah batik hasil kolaborasi desainer dengan anak-anak Rumah Anak Prestasi (RAP).

Eri juga mencontohkan produk kuliner seperti gelato buatan pelaku UMKM asal Kecamatan Sawahan yang turut dipamerkan. Menurutnya, keberadaan produk-produk tersebut menunjukkan bahwa UMKM Surabaya memiliki potensi yang dapat dipasarkan lebih luas.

“Pemkot juga harus menjadi marketing bagi UMKM. Produk lokal Surabaya, baik pakaian maupun makanan, harus kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kualitasnya luar biasa dan bisa menjadi pilihan warga maupun wisatawan,” ujarnya.

Berbeda dari konsep pameran yang hanya berfokus pada transaksi, SGE 2026 juga menghadirkan sejumlah layanan publik. Masyarakat dapat mengakses layanan perizinan, pendampingan sertifikasi halal, pendaftaran merek, hingga layanan paspor di lokasi pameran.

Eri menyebut konsep tersebut sebagai one stop shopping. Masyarakat tidak hanya dapat berbelanja dan menikmati produk UMKM, tetapi sekaligus mengurus berbagai kebutuhan administrasi dalam satu lokasi.

Selain itu, Pemkot Surabaya menyiapkan ruang khusus untuk pengembangan ekonomi kreatif dan industri digital melalui Surabaya Urban Creative Hub (Sub Expocenter) di kawasan eks Hi-Tech Mall.

Fasilitas tersebut diarahkan menjadi wadah bagi anak-anak muda Surabaya untuk mengembangkan produk ekonomi kreatif, industri digital, sekaligus memperluas pemasaran berbasis teknologi.

“Di Sub Expocenter nanti anak-anak muda yang bergerak di ekonomi kreatif dan digital akan kita fasilitasi. Produk lokal Surabaya, kreativitas anak muda, dan ekonomi kreatif akan dikumpulkan di sana,” kata Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan, SGE merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya memperkuat perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi serta pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam empat tahun terakhir, periode 2022-2025, penyelenggaraan SGE mencatat akumulasi transaksi lebih dari Rp30,3 miliar.

Selain transaksi, SGE juga menjadi sarana fasilitasi pengembangan usaha. Sekitar 370 UMKM binaan Pemkot Surabaya telah difasilitasi melalui penyelenggaraan SGE. Sementara sekitar 450 legalitas usaha turut didorong melalui penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan pendaftaran merek.

“Melalui tema Surabaya Business Start, Surabaya Great Expo 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, pembeli, dan masyarakat untuk membangun jejaring bisnis yang produktif,” kata Mia.

Pada tahun ini, Pemkot Surabaya menargetkan sekitar 47.650 orang mengunjungi SGE selama lima hari pelaksanaan. Selain transaksi jual beli, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pendukung.

Di antaranya talk show pengembangan usaha, lomba kreasi sambal antarkota, konsultasi merek, sertifikasi halal, serta informasi mengenai ekspor dan impor.

Mia menegaskan, keberhasilan SGE tidak semata-mata diukur dari nilai transaksi selama pameran. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar baru dan membangun jejaring bisnis bagi pelaku usaha.

“Harapannya, pameran ini tidak hanya menghasilkan transaksi selama lima hari, tetapi juga melahirkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, memperluas akses pasar, meningkatkan penggunaan produk lokal, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.