06 August 2026

Get In Touch

Jangn Terkecoh Minuman Kemasan Berkabel 'Jus Buah'

Jangn Terkecoh Minuman Kemasan Berkabel 'Jus Buah'

SURABAYA ( LENTERA ) - Pagi hari sering kali dimulai dengan rutinitas sederhana. Orang tua menyiapkan bekal sekolah, sementara anak memilih minuman favoritnya. Tak sedikit yang menjatuhkan pilihan pada jus buah kemasan. Alasannya sederhana: praktis, rasanya disukai anak, dan pada kemasannya terpampang gambar buah segar lengkap dengan klaim kaya vitamin.
Sekilas memang tampak sehat. Namun, di balik rasa manis dan citra "alami", para ahli mengingatkan bahwa konsumsi jus buah kemasan secara berlebihan dapat membawa dampak kesehatan jangka panjang.

Sebuah penelitian selama 25 tahun yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation milik American Heart Association (AHA) menemukan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman manis sejak masa kanak-kanak berkaitan dengan meningkatnya risiko hipertensi saat dewasa. Penelitian yang melibatkan lebih dari 25.000 partisipan ini dipimpin peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan University of Toronto.

Hasil penelitian menunjukkan, anak yang terbiasa mengonsumsi dua porsi atau lebih minuman berpemanis setiap hari memiliki risiko hipertensi 52 persen lebih tinggi dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya. Bahkan konsumsi jus buah kemasan sebanyak 1,5 porsi atau lebih per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi hingga 35 persen.

Peneliti utama, Prof. Vasanti Malik, menegaskan bahwa pola makan pada masa kanak-kanak meninggalkan jejak kesehatan hingga puluhan tahun kemudian. Yang menarik, peningkatan risiko tersebut tetap terlihat meski responden memiliki pola makan yang relatif baik dan rutin berolahraga.

Jus Kemasan Beda dengan Buah Utuh

Banyak orang tua menganggap jus buah kemasan sama sehatnya dengan buah segar. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar.

Buah utuh mengandung serat alami yang membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil. Saat buah diolah menjadi jus, terutama jus kemasan, sebagian besar serat hilang. Tak jarang produsen juga menambahkan gula, sirup jagung, atau pemanis lain agar rasanya lebih disukai konsumen.

Akibatnya, anak dapat mengonsumsi gula dalam jumlah besar tanpa merasa kenyang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memasukkan gula yang berasal dari jus buah ke dalam kategori free sugars atau gula bebas. WHO menganjurkan konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, bahkan idealnya di bawah lima persen untuk memperoleh manfaat kesehatan yang lebih besar.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menegaskan bahwa anak di bawah usia satu tahun tidak dianjurkan mengonsumsi jus buah sama sekali. Untuk anak yang lebih besar, jumlahnya pun perlu dibatasi sesuai usia karena buah utuh tetap menjadi pilihan yang lebih baik.

Hipertensi Berawal dari Kecil

Tekanan darah tinggi selama ini identik dengan orang lanjut usia. Faktanya, kasus hipertensi kini semakin banyak ditemukan pada remaja bahkan anak-anak.

Asupan gula berlebih dapat memicu kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga gangguan metabolisme yang pada akhirnya meningkatkan tekanan darah. Kebiasaan ini jika berlangsung bertahun-tahun akan memperbesar risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal ketika memasuki usia dewasa.

Yang perlu diingat, efek tersebut tidak muncul dalam semalam. Ia terbentuk perlahan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Kabar baiknya, perubahan sederhana dapat memberikan dampak besar.

Air putih tetap menjadi minuman terbaik untuk anak. Jika ingin memberikan jus, buatlah sendiri di rumah tanpa tambahan gula dan batasi porsinya. Lebih baik lagi, biasakan anak mengonsumsi buah dalam bentuk utuh agar kebutuhan seratnya terpenuhi.

Orang tua juga perlu lebih cermat membaca label kemasan. Klaim "mengandung buah asli", "tinggi vitamin C", atau "tanpa pewarna" tidak selalu berarti produk tersebut rendah gula.

Anak belajar dari apa yang tersedia di rumah. Ketika kulkas lebih sering berisi air putih, susu tanpa gula berlebih, dan buah segar dibanding minuman manis, kebiasaan itu perlahan menjadi bagian dari gaya hidup mereka.
Membangun kesehatan keluarga tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kadang, keputusan paling sederhana--memilih buah utuh dibanding jus kemasan--justru menjadi investasi kesehatan yang manfaatnya baru terasa puluhan tahun kemudian.(far,ist/dya)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.