05 August 2026

Get In Touch

Apresiasi Teh Daun Kumis Kucing, Wabup Mimik Ajak Warga Garap Lahan Tidur

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana ikut memanen daun kumis kucing di Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana ikut memanen daun kumis kucing di Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo.

SIDOARJO (Lentera) – Potensi produk UMKM herbal teh daun kumis kucing di Dusun Girang, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, menarik perhatian Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana.

Dalam kunjungannya, Selasa (4/8/2026), Wabup Mimik melihat langsung proses pembuatan, sekaligus ikut memanen daun kumis kucing dari kebun milik Herwanto, pemilik produk herbal "Herbaroso".

Herwanto, anggota TNI Angkatan Laut yang juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan, membudidayakan tanaman kumis kucing di lahan seluas 500 meter persegi. Sejak setahun lalu, ia memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk ditanami tanaman berkhasiat tersebut.

Wabup Mimik memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Herwanto, menurutnya produk teh daun kumis kucing berpotensi besar diterima luas masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk ikut membudidayakan tanaman herbal ini.

“Tanaman toga sebenarnya banyak jenisnya, namun mari kita mulai dari kumis kucing. Tanaman ini bisa menghasilkan nilai ekonomi. Insyaallah perputaran ekonomi di desa akan semakin cepat,” ujarnya.

Wabup Mimik berharap, Desa Wonokupang dapat menjadi percontohan desa pengembangan UMKM herbal. Lahan-lahan tidur yang tidak terpakai diimbau agar dimanfaatkan untuk penanaman kumis kucing.

“Di desa ini banyak lahan yang belum tergarap. Ayo dimanfaatkan, dan desa-desa lain silakan ikut mencontoh,” ajaknya.

Ia juga menegaskan, khasiat kumis kucing sudah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, sekaligus cara pengolahannya sangat sederhana.

“Cukup diseduh, manfaatnya langsung terasa. Murah, mudah, dan sangat baik untuk kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Herwanto mengaku, mengawali budidaya ini karena keprihatinannya terhadap kenaikan kasus gangguan ginjal di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus gagal ginjal meningkat tajam dalam kurun waktu terakhir. Sebagai tenaga kesehatan, ia tergerak mencari solusi dan memilih membudidayakan kumis kucing yang dikenal sangat baik untuk kesehatan ginjal.

“Awalnya bibit sangat sulit didapatkan. Namun dengan tekad, akhirnya berhasil membudidayakan. Dari pekarangan rumah sendiri kini mampu memanen ratusan kilogram daun setiap masa panen,” ungkapnya.

Selain untuk ginjal, kumis kucing juga bermanfaat membantu pengobatan hipertensi, gula darah, asam urat, hingga rematik. Perawatannya pun sangat mudah, tahan terhadap hama sehingga bebas pestisida, dan masa panennya relatif singkat hanya sekitar 1,5 bulan sejak tanam, dengan masa produktivitas hingga tiga tahun.

Kini, Herwanto telah bermitra dengan sekitar sepuluh petani, yang memasok 700–800 kg daun kumis kucing setiap bulan. Daun basah yang sudah dipotong dibeli dengan harga Rp3.000 per kilogram.

Herwanto pun membuka peluang bagi warga lain untuk ikut membudidayakan, karena kebutuhan bahan baku masih terus meningkat.

“Daripada menanam tanaman lain yang berisiko terserang hama, lebih baik kumis kucing. Bebas hama, masa panen berulang, dan keuntungannya nyata. Saya siap menampung hasil panen dari warga,” ujar Herwanto mengajak.

 

Reporter: Teguh/Editor: Ais 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.