PALANGKA RAYA (Lentera) -Salah satu langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus memperkuat upaya pengendalian perubahan iklim, dengan melakukan Penyusunan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (IGRK).
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, perubahan iklim merupakan tantangan global yang dampaknya telah dirasakan hingga tingkat daerah, seperti meningkatnya suhu udara, perubahan pola curah hujan, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Melalui inventarisasi emisi, pemerintah memiliki dasar yang kuat guna menyusun berbagai kebijakan dan program pengendalian lingkungan yang lebih efektif dan terukur,” papar Untung, Jumat (31/7/2026).
Hasil inventarisasi, ia menjelaskan, dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program efisiensi energi, pengelolaan limbah, rehabilitasi lahan, perlindungan kawasan hutan dan gambut, serta berbagai langkah mitigasi perubahan iklim lainnya.
Tidak hanya itu, data inventarisasi juga berperan penting dalam mendukung peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Palangka Raya, yang menjadi salah satu indikator utama kinerja pemerintah daerah dalam menjaga kualitas air, udara, dan tutupan lahan.
"Dengan memahami mekanisme penyusunan inventarisasi emisi dan meningkatkan kualitas pencatatan data di masing-masing sektor, diharapkan bisa menghasilkan informasi yang semakin akurat," ungkapnya.
Untung juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan yang lebih hijau, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan demi masa depan Kota Palangka Raya.
"Adanya dukungan semua pihak dan penyusunan IGRK, diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan pengendalian perubahan iklim yang semakin baik di Kota Palangka Raya," tutupnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH



.jpg)
