SURABAYA (Lentera) -Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono mengarahkan warga Surabaya memanfaatkan kanal digital Pemerintah Kota Surabaya untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan pelayanan publik. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana yang lebih cepat untuk menghubungkan masyarakat dengan pemerintah.
Hal itu disampaikan Blegur saat melaksanakan reses di Rungkut Tengah Gang 6A/18, Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, ia menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait persoalan pelayanan publik yang masih dirasakan warga.
Blegur mengatakan, sejumlah persoalan yang disampaikan warga antara lain berkaitan dengan sistem desil, kepesertaan BPJS, akses pendidikan SMA, hingga persoalan banjir di sejumlah wilayah.
“Surabaya salah satu daerah terpadat. Permasalahan di Surabaya selalu tidak beda jauh, yaitu pelayanan masyarakat,” ungkap Blegur, Jumat (31/07/2026).
Menurut politikus Golkar itu, persoalan tersebut tidak seluruhnya dapat diselesaikan melalui kantor kelurahan maupun perangkat kedinasan di Surabaya. Karena itu, masyarakat perlu memahami jalur pengaduan sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
“Ada sejumlah persoalan yang memang langsung berkaitan dengan Pemkot, jadi kalau lewat media sosial akan lebih efektif dan cepat penanganannya,” jelasnya.
Ia mencontohkan, penyampaian persoalan melalui kelurahan atau perangkat kedinasan tertentu belum tentu dapat ditindaklanjuti apabila persoalan tersebut berada di luar kewenangan mereka.
Lebih lanjut, Blegur menilai Pemerintah Kota Surabaya juga telah aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyampaikan informasi sekaligus layanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH



.jpg)
