31 July 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Pastikan SR Terintegrasi Tuban Siap Beroperasi, Fasilitas Lengkap

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berlokasi di Jl. Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kabupaten Tuban pada Rabu (29/7/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berlokasi di Jl. Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kabupaten Tuban pada Rabu (29/7/2026).

TUBAN (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berlokasi di Jl. Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kabupaten Tuban, siap beroperasi. Dalam peninjauan langsung pada Rabu (29/7/2026) Gubernur Khofifah memastikan kesiapan fasilitasnya lengkap dan Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut siap open house hari ini Kamis (30/7/2026).

Dalam peninjauan yang Didampingi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzki, Gubernur Khofifah melakukan penyapaan dengan semua calon siswa dan orang tua, melakukan dialog dan dilanjutkan  peninjauan kantin juga ruang-ruang kelas yang akan digunakan siswa-siswi yang berasal dari desil 1 dan desil 2 tersebut. 

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga meninjau fasilitas penunjang seperti masjid Sekolah Rakyat serta lapangan olahraga yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas seperti sepakbola dan basket. 

"Alhamdulillah, kampus seindah ini, sekolah sebagus ini, kantin se-convenient ini, lapangan olahraga yang luar biasa, tentu ini menjadi medium pembelajaran yang luar biasa pula,” ujarnya. 

“Harapan kita ekosistemnya nanti akan tersupport, dari mulai kepala sekolah, guru-guru, laboratorium, dan semuanya bisa memberikan ruang tumbuh kembang bagi penyiapan proses pendidikan di sini untuk menghasilkan SDM-SDM kualitatif, berkarakter, dan tentu memiliki integritas yang tinggi," ujarnya.

SRT Tuban ini merupakan hasil sinergi luar biasa dari semua elemen. Penyiapan lahan dilakukan oleh Pemerintah Kab. Tuban, gedung disiapkan oleh Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan ekosistem.

"Bahkan, pendamping PKH ada yang mendekati satu keluarga sampai 10 kali, baru mereka mengizinkan putra atau putrinya dikirim untuk sekolah di sini. Jadi ada yang hunting untuk peserta didik,” tuturnya. 

“Ada anak-anak yang saya tanya kelas berapa, belum tahu. Itu artinya mereka kemungkinan besar putus sekolah. Jadi memang melakukan hunting seperti ini, kalau kawan-kawan media juga membantu, sangat bagus sekali," imbuhnya.

Hal ini, sebut Gubernur Khofifah, merupakan bagian dari perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang menekankan prinsip no one left behind.

"Ini menurut saya sesuatu yang sangat strategis dari keinginan pemerintah untuk bisa membangun kesempatan dan ruang anak untuk bisa berkembang dengan baik. Tidak boleh ada satu orang pun yang tertinggal," terangnya.

"Dan menurut Pak Bupati, di sini banyak titipan bukan hanya dari Tuban, tapi juga Pati dan Bojonegoro. Artinya, ini bisa menjadi ruang di mana anak-anak saling berinteraksi dengan sesama kawannya dari berbagai daerah," lanjut Gubernur Khofifah.

Lebih jauh, mantan Menteri Sosial RI itu mengatakan dirinya sempat berpesan kepada kepala sekolah untuk menghadirkan psikolog sebulan sekali untuk mengantisipasi berbagai tantangan, termasuk potensi perundungan. Dikatakannya, hal ini merupakan lanjutan dari konsolidasi sosial yang dulu dilakukan setiap selepas Maghrib pada satu bulan pertama di SR rintisan. 

"Dulu dikumpulkan agar ada ruang berinteraksi yang lebih bisa saling terbuka, saling menghormati, saling menghargai dan saling gotong-royong. Kalau di asrama, kalau ada kawannya sudah waktunya masuk sekolah dan belum bangun, mereka mau membangunkan, kemudian membiasakan  antri. Itu luar biasa menurut saya, proses bangunan kedisiplinan di asrama luar biasa," jelasnya.

SR ini dinilai Gubernur Khofifah lengkap karena memiliki gedung SD, gedung SMP, gedung SMA, 2 rusun guru, dapur, kantin, asrama putri dan putra untuk masing-masing jenjang pendidikan, serta guest house untuk wali murid yang sedang berkunjung. 

Selain itu, ada pula running track, lapangan sepakbola, lapangan basket, dan aula yang luasnya sangat mencukupi dan mampu menunjang berbagai kegiatan.

"Kawan-kawan bisa cari di SMP, SMA, atau SMK. Betapa susahnya mendapatkan kualitas lapangan seperti ini. Jadi tinggal bagaimana ekosistem ini bisa dijaga oleh semuanya sehingga melahirkan anak didik yang luar biasa pula," tekannya.

 SR Terintegrasi Tuban ini akan melakukan open house hari ini, Kamis   tanggal 30 Juli. Sehingga  siswa-siswi sudah akan mulai belajar dan menempati ruang-ruang kelas pada hari ini  tanggal 30 Juli .

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah memberikan 196 tas sekolah dan alat ibadah kepada masing-masing siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Tak hanya itu, dirinya juga menyapa dan bercengkrama dengan peserta didik juga wali murid. 

"Lihat sekolahnya, luar biasa. Yang sekolah di sini pasti juga luar biasa. Ada yang ingin jadi gubernur? Ada yang ingin jadi tentara? Polisi? Seperti kata Bung Karno, anak anak  harus bermimpi setinggi langit, jika   jatuh maka akan jatuh di antara bintang-bintang, belajar yang baik, disiplin semoga semua cita citamu tercapai,” katanya.

“Mudah-mudahan sukses dan tercapai cita citamu. Kepada wali murid, doakan anak-anak panjenengan sehat di sini, sekolahnya berjalan dengan baik dan cita-citanya tercapai," pungkas Gubernur Khofifah kepada siswa-siswi dan orang tuanya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.