PALANGKA RAYA (Lentera) - Kondisi kabut asap akibat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, membuat kebutuhan masyarakat terhadap masker dan perlengkapan kesehatan meningkat.
Terkait hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim meminta para pelaku usaha untuk tetap menjual produk masker dan perlengkapan kesehatan, dengan harga yang wajar dan tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih.
"Saat kondisi kabut asap, kebutuhan masyarakat terhadap alat kesehatan meningkat, seperti masker dan tabung oksigen portabel (Oxycan), karena itu jangan ada pihak yang menaikkan harga secara tidak wajar demi keuntungan pribadi," papar Arif, Kamis (30/7/2026).
Ia mengimbau, seluruh pelaku usaha di sektor kesehatan, diantaranya apotek, toko alat kesehatan, dan distributor, agar tidak menaikkan harga masker maupun Oxycan secara drastis, meskipun di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin memburuk.
"Kami juga mengingatkan tidak ada praktik penimbunan masker maupun Oxycan, karena bisa memicu kelangkaan barang di pasaran," ucapnya.
Arif juga meminta, agar instansi terkait bersama aparat penegak hukum melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan produk kesehatan selama karhutla masih melanda.
Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memastikan stok masker dan Oxycan tetap tersedia sehingga masyarakat dapat memperolehnya dengan mudah apabila kualitas udara belum membaik.
"Kami berharap semua pelaku usaha menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan tetap menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang, sehingga kebutuhan masyarakat akan penunjang kesehatan dapat terpenuhi selama menghadapi dampak kabut asap," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais




.jpg)
