SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menerapkan pola baru dalam rekrutmen pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan membuka seleksi Direktur Utama Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) secara nasional.
Kebijakan ini ditempuh, untuk memperluas jangkauan pencarian kandidat sekaligus menghadirkan proses seleksi yang lebih terbuka dan kompetitif.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan pengumuman seleksi tidak hanya dipublikasikan di Surabaya maupun Jawa Timur, tetapi juga melalui media nasional agar dapat diakses masyarakat dari seluruh Indonesia.
"Kita buka pendaftaran seluas-luasnya. Saya masukkan ke media nasional. Saya berharap bukan hanya di lingkup Surabaya dan Jawa Timur, tapi seluruh nasional tahu kalau ada lowongan atau kami mencari pimpinan BUMD," kata Eri ketika ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, mekanisme seleksi terbuka ini tidak hanya diterapkan untuk jabatan Direktur Utama KBS, tetapi juga akan menjadi pola rekrutmen bagi BUMD lainnya, termasuk Perumda Pasar Surya, dan Perumda Air Minum Surya Sembada.
Eri mengatakan, setiap warga negara yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi. Khusus untuk calon Direktur Utama KBS, peserta diwajibkan memiliki kompetensi di bidang pengelolaan satwa sesuai kebutuhan lembaga tersebut.
"Kalau KBS tentu harus memiliki kemampuan terkait satwa. Persyaratannya sudah diumumkan dan bisa dilihat oleh masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Eri memastikan, kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan petinggi KBS menjadi momentum bagi Pemkot Surabaya untuk memperkuat tata kelola seluruh BUMD, bukan hanya di KBS.
Ia menegaskan, setiap pimpinan BUMD bertanggung jawab penuh atas pengelolaan anggaran. Karena itu, pengawasan akan diperketat melalui audit independen yang dilakukan auditor profesional.
"Akan ada audit independen yang dipilih oleh pemerintah kota berdasarkan rekomendasi nama-nama auditor di bawah Badan Pemeriksa Keuangan. Jadi benar-benar netral," tutupnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais



.jpg)
