27 July 2026

Get In Touch

Trenggalek Student League 2026, Wadah Pembinaan Atlet Sepak Bola Pelajar

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Stefanus Triadi Atmono (tengah) membuka Trenggalek Student League 2026 di Stadion Menak Sopal, Senin (27/7/2026), sebagai upaya mendorong pembinaan dan pengembangan sepak bola antarpelajar.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Stefanus Triadi Atmono (tengah) membuka Trenggalek Student League 2026 di Stadion Menak Sopal, Senin (27/7/2026), sebagai upaya mendorong pembinaan dan pengembangan sepak bola antarpelajar.

TRENGGALEK (Lentera) – Turnamen sepak bola antarpelajar Trenggalek Student League (TSL) 2026 resmi dimulai di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Senin (27/7/2026).

Kompetisi yang diikuti jenjang SMP/MTs hingga SMA/sederajat ini, diharapkan menjadi agenda rutin tahunan untuk mendukung pembinaan atlet sepak bola sejak usia sekolah.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut, mulai dari panitia hingga Dinas Pendidikan.

"Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh penyelenggara, termasuk Dinas Pendidikan, baik Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur maupun seluruh komponen yang terlibat. Harapannya Trenggalek Student League seperti ini bisa terus diselenggarakan setiap tahun," ujar Triadi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga mendukung pembinaan atlet melalui KONI dan sekolah-sekolah, agar kompetisi menjadi bagian dari proses mencetak atlet berprestasi.

"Anak-anak yang bertanding saat ini merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan di sekolah maupun di lapangan. Ini menjadi bagian penting dalam pengembangan atlet daerah," katanya.

Triadi mengaku, terkesan dengan jalannya pertandingan pada hari pertama. Ia menilai semangat sportivitas, disiplin, kerja sama tim, hingga fair play sudah mulai terlihat di lapangan.

"Yang paling penting adalah menjaga sportivitas, disiplin, kerja sama dalam tim, serta mempererat persaudaraan antarsekolah melalui olahraga," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Trenggalek Student League 2026, Irnanda Setyoko mengatakan kompetisi tahun ini diikuti 9 tim dari jenjang SMP/MTs dan 7 tim dari jenjang SMA/sederajat.

"Rangkaian Trenggalek Student League dimulai hari ini, 27 Juli, dan akan berlangsung hingga penutupan pada 3 Agustus 2026," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Tito itu menyebut, panitia telah menyiapkan hadiah dengan total mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, para juara juga akan memperebutkan piala bergilir dari Bupati Trenggalek serta memperoleh sertifikat resmi.

"Yang paling menarik ada piala bergilir dari Bapak Bupati Trenggalek dan juga sertifikat resmi. Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan karena menjadi motivasi bagi panitia maupun peserta untuk berkompetisi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sistem pertandingan diawali dengan fase grup, kemudian dilanjutkan ke babak gugur, semifinal, hingga final.

Lebih lanjut, Tito menilai, antusiasme masyarakat terhadap TSL sangat tinggi, bahkan sudah terlihat sejak masa pramusim. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan gairah sepak bola di Trenggalek mulai kembali tumbuh.

"Harapan kami Trenggalek Student League bisa menjadi turnamen rutin setiap tahun khusus untuk jenjang sekolah. Dengan begitu, para pelajar memiliki lebih banyak wadah untuk mengembangkan kemampuan dan melanjutkan jenjang karier mereka di dunia sepak bola," pungkasnya.

 

 Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.