27 July 2026

Get In Touch

Cetak Guru Berkarakter, Unusa Gelar KMD dan KML Pramuka bagi 197 Mahasiswa PPG

Pembukaan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML).
Pembukaan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML).

SURABAYA (Lentera) – Sebanyak 197 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), mengikuti pembukaan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) Gerakan Pramuka di Kampus C Unusa, Senin (27/7/2026).

\Kegiatan tersebut sebagai bekal menjadi pendidik yang mampu membentuk generasi berkarakter. Dari total peserta, sebanyak 163 mahasiswa mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD), sedangkan 34 mahasiswa mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML). 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Arum Sabil bersama Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono mengatakan kompetensi seorang guru tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari kemampuannya membangun karakter peserta didik. Karena itu, pendidikan kepramukaan menjadi bagian penting dalam membentuk calon guru yang berintegritas dan berjiwa kepemimpinan.

"Di pundak kalianlah saya titipkan nama besar Unusa. Semoga kegiatan ini menjadi bekal untuk membangun karakter diri sekaligus karakter anak didik ketika nanti menjadi seorang pendidik," ujar Prof. Tri Yogi dalam sambutannya,

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil mengatakan perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka memiliki misi yang sama, yakni membentuk manusia Indonesia yang cerdas, berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Perguruan tinggi membangun manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara Gerakan Pramuka membangun manusia melalui pengalaman, keteladanan, penanaman nilai, dan learning by doing. Keduanya bertemu pada tujuan yang sama, yaitu melahirkan manusia Indonesia yang utuh," katanya.

Menurut Arum, nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi sejalan dengan Dasa Dharma Pramuka. Pendidikan tidak hanya memindahkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memanusiakan manusia dan membentuk karakter. 

Penelitian melatih sikap kritis, objektif, disiplin, dan inovatif, sedangkan pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang nyata untuk mengamalkan nilai-nilai kepramukaan.

"Ilmu yang tinggi akan kehilangan maknanya apabila tidak menghadirkan manfaat bagi sesama. Ketika Tri Dharma Perguruan Tinggi bertemu dengan Dasa Dharma Pramuka dalam diri seorang guru, maka lahirlah pendidik yang cerdas secara akademik, kuat secara karakter, sekaligus nyata dalam pengabdiannya," jelasnya.

Ia menilai, penyelenggaraan KMD dan KML sangat relevan bagi mahasiswa PPG yang kelak menjadi guru. Menurutnya, tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi pembimbing, teladan, dan pembina di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta derasnya arus informasi.

"Jangan melihat kursus ini hanya sebagai jalan memperoleh sertifikat. KMD dan KML merupakan investasi kompetensi bagi seorang pendidik," tegasnya.

Arum juga mengajak, peserta mengembangkan konsep Pramuka Produktif yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan di sekolah maupun kampus untuk budidaya tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, hingga kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi media pembelajaran karakter karena menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian sosial secara nyata.

Selain itu, ia mendorong, para peserta mempersiapkan diri menghadapi Perkemahan Wirakarya 2026 melalui berbagai aksi pengabdian masyarakat, seperti renovasi rumah tidak layak huni, penghijauan lingkungan, hingga pengembangan kebun pangan bersama warga.

"Ketika seorang pramuka membantu memperbaiki rumah warga, membersihkan lingkungan, atau membangun kebun pangan bersama masyarakat, sesungguhnya ia sedang mengamalkan Dasa Dharma Pramuka. Di situlah Tri Dharma Perguruan Tinggi bertemu dengan Dasa Dharma Pramuka dalam tindakan nyata," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.