25 July 2026

Get In Touch

Wamenkes Apresiasi Layanan Homecare di Jember. Terobosan Pertama dan Bisa Jadi Percontohan Nasional

Nampak Wamenkes Benjamin Paulus, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Kawendra, Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule, Bupati Jember Gus Fawait serta seorang tenaga kesehatan saat menerima kunci kendaraan operasional program layanan kesehatan homecare.
Nampak Wamenkes Benjamin Paulus, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Kawendra, Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule, Bupati Jember Gus Fawait serta seorang tenaga kesehatan saat menerima kunci kendaraan operasional program layanan kesehatan homecare.

JEMBER (Lentera) — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan apresiasi tinggi terhadap program Homecare yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Program layanan kesehatan jemput bola ini dinilai sebagai terobosan berani yang berpotensi menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi tersebut. 

 

Menurut dia, Kabupaten Jember yang sangat luas, mencapai enam kali lipat luas DKI Jakarta, menjadi tantangan tersendiri bagi akses kesehatan masyarakat. "Kami sangat kagum karena ini merupakan terobosan baru. Di Indonesia, layanan kesehatan dianggap bagus jika lokasinya dekat. Ternyata, Jember ini wilayahnya sangat luas. Banyak masyarakat tidak punya ongkos ke fasilitas kesehatan meski sudah terlindungi penjaminan. Maka Pak Bupati membuat terobosan Homecare: yang tidak mampu dijemput, yang sakit didatangi," ujar dr. Benjamin.

Wamenkes juga menegaskan bahwa program Homecare di Jember saat ini menjadi yang pertama dan satu-satunya inovasi pelayanan kesehatan dengan skema operasional komprehensif di Indonesia, bahkan hingga memanfaatkan armada kendaraan dinas kecamatan untuk mengantar dan menjemput pasien.

Sebagai bentuk dukungan penuh, Wamenkes berencana mengundang Bupati Jember beserta jajaran Dinas Kesehatan ke Jakarta dalam 2–3 bulan mendatang. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mereview pelaksanaan teknis, kebutuhan pendukung, hingga formula anggaran agar model layanan ini bisa diterapkan secara nasional (piloting).

Beberapa poin utama yang disorot Wamenkes terkait pelaksanaan Homecare di Jember antara lain, seluruh operasional Homecare, seperti biaya bahan bakar armada jemputan, saat ini ditopang penuh oleh APBD Kabupaten Jember.

"Kemenkes berkomitmen membantu penyediaan pasokan obat-obatan serta perlengkapan medis pendukung untuk petugas Homecare di lapangan," tegasnya.

Lebih lanjut, Wamenkes kembali mengapresiasi, model pelayanan ini dinilai sangat ideal untuk wilayah-wilayah luas yang memiliki akses transportasi terbatas dan biaya perjalanan medis yang tinggi bagi warga kurang mampu. 

Peluncuran program strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat tingkat nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K); Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian; serta adalah Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule. Dalam sambutannya, Bupati Jember Gus Fawait, mengungkapkan bahwa gagasan utama pendirian program Homecare berakar dari memori masa kecilnya yang tumbuh di kawasan pelosok desa dekat Kecamatan Sumberbaru. Dia kerap menyaksikan secara langsung bagaimana warga miskin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat keterbatasan finansial.

"Waktu kecil, saya melihat sendiri tetangga dan warga kurang mampu tidak bisa berangkat ke puskesmas atau rumah sakit karena faktor biaya. Almarhum Abah saya selalu berpesan untuk memprioritaskan dan menjaga masyarakat yang kurang mampu. Pesan serupa juga konsisten ditekankan oleh Ketua Umum kami yang kini menjadi Presiden RI," ujar Bupati Jember Gus Fawait.

Gus Fawait melanjutkan, bahwa tingginya angka kemiskinan di Jember berdampak langsung pada sektor kesehatan daerah, seperti tingginya tingkat tengkes (stunting) serta angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB). Hal ini mendorong Pemkab Jember melakukan penghematan anggaran secara masif.

Langkah terobosan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis mendulang apresiasi tinggi. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Kawendra Lukistian, mengungkapkan rasa bangganya atas peluncuran program Homecare yang dinilainya berpihak penuh pada kesejahteraan rakyat.

Kawendrea mengaku tersentuh saat menyimak gagasan dasar di balik program tersebut. Dia menekankan pentingnya kesetaraan akses medis bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status ekonomi.

"Kalau warga mampu bisa memiliki dokter pribadi, lantas apa salahnya jika warga yang kurang mampu juga mendapatkan fasilitas medis yang sama? Pemikiran inilah yang sangat menyentuh," ujar Kawendra, politisi muda Gerindra. Menurut Kawendra, keberanian Gus Fawait dalam mengeksekusi program Homecare sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan manusia secara menyeluruh. Mulai perbaikan gizi, pendidikan, hingga jaminan kesehatan mendasar dari hulu ke hilir. (mok/ads)

 

Reporter: PJ Moko
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.