JAKARTA (Lentera) - Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin, menyerukan Arah Baru: Penguatan Peran Politik Perempuan Indonesia. Dia juga mengatakan kehadiran perempuan di ruang politik bukan untuk menggantikan laki-laki, melainkan menjadi mitra sejajar dalam membangun Indonesia.
Hal itu disampaikan Ketika membuka Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Perempuan Bangsa bertema "Arah Baru: Penguatan Peran Politik Perempuan Indonesia". Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa se-Indonesia untuk masa bakti 2026–2031.
Dalam arahannya, Rustini menegaskan bahwa Muspimnas bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk menyusun arah baru perjuangan politik perempuan Indonesia agar semakin relevan dengan tantangan zaman.
"Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Perempuan harus hadir sebagai pembawa nilai-nilai kejujuran, kepedulian, keadilan, dan kasih sayang dalam kehidupan berbangsa," ujarnya melansir keterangan tertulis yang diterima Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, perempuan memiliki keistimewaan karena mampu menjalankan berbagai amanah secara bersamaan. Selain menjadi pendidik pertama bagi anak-anak dan penguat keluarga, perempuan juga mampu menjadi penggerak organisasi, ekonomi, sosial, hingga politik.
"Di ruang domestik, perempuan menjaga nilai, akhlak, dan ketahanan keluarga. Di ruang publik, perempuan mengelola organisasi, membangun jaringan, menggerakkan logistik kegiatan, mengatur strategi, dan memastikan roda perjuangan terus berjalan," katanya.
Karena itu, Rustini menegaskan tidak boleh lagi ada anggapan bahwa perempuan harus memilih antara keluarga atau pengabdian kepada masyarakat. "Dengan dukungan keluarga dan manajemen yang baik, perempuan mampu menjalankan keduanya secara bertanggung jawab," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader agar tidak hanya menjadi teladan di lingkungan keluarga, tetapi juga hadir sebagai kekuatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Rustini menegaskan, kemajuan perempuan akan berdampak langsung terhadap kemajuan bangsa. "Ketika perempuan maju, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi kokoh. Ketika masyarakat kokoh, Indonesia akan semakin maju," katanya.
Ia berharap Muspimnas menghasilkan keputusan-keputusan yang visioner dan mampu menjawab tantangan masa depan, sekaligus menjadikan Perempuan Bangsa sebagai rumah perjuangan yang melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang amanah, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh, mengajak seluruh kader untuk menjadikan berbagai keraguan terhadap organisasi sebagai energi untuk terus tumbuh dan berkembang.
"Di luar sana masih banyak yang meragukan kita. Hari ini saya tegaskan, Perempuan Bangsa jangan pernah lagi berkecil hati. Jadikan keraguan itu sebagai lecutan semangat agar kita semakin tumbuh dan semakin besar," tegas perempuan yang akrab disapa Ninik tersebut. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
