Bupati Gus Barra : Sekolah Rakyat Adalah Instrumen Pembangunan Pendidikan Inklusif di Kabupaten Mojokerto
MOJOKERTO – Implementasi Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Mojokerto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan layanan pendidikan gratis, namun membangun karakter, keterampilan hidup, serta kemandirian peserta didik.
Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc. M.Hum yang akrab disapa Gus Barra hari ini (13/7) memberangkatkan sebanyak 30 Pelajar rintisan Sekolah Rakyat (SR) asal Kabupaten Mojokerto ke Kota Kediri untuk menempuh pendidikan dengan sistem asrama atau boarding school. Dengan model berasrama dan layanan yang komprehensif, peserta didik memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang lebih mendukung.
“Investasi terbaik untuk masa depan adalah pendidikan. Karena pendidikan yang kita berikan hari ini, hasilnya akan kita petik 10- 20 tahun mendatang,” Ungkap Gus Barra dalam sambutannya saat pelepasan 30 pelajar di hadapan para orang tua di Pendopo Graha Majatama Pemkab Mojokerto, Senin (13/07/2026).
Adapun, Pemkab Mojokerto ditunjuk pemerintah sebagai salah satu lokasi rintisan Sekolah Rakyat program Presiden Prabowo Subianto. Program Sekolah Rakyat memiliki nilai strategis karena tidak hanya mengatasi persoalan biaya pendidikan, tetapi juga menyasar faktor-faktor yang sering menyebabkan anak dari keluarga miskin sulit menyelesaikan pendidikan, seperti keterbatasan gizi, lingkungan belajar yang kurang kondusif, dan minimnya pendampingan.
Bagi Kabupaten Mojokerto, keberhasilan program ini akan bergantung pada kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan seleksi peserta didik secara tepat sasaran, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, diperlukan sistem pemantauan yang berkelanjutan untuk mengukur capaian akademik, perkembangan karakter, dan keberhasilan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan meski pembangunan gedung sekolah rakyat belum selesai sepenuhnya.
Bupati Al Barra menjelaskan jika penempatan di Kota Kediri saat ini bersifat sementara. Seluruh kebutuhan siswa di Sekolah Rakyat ditanggung penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Mulai dari seragam, makan, tempat tinggal, kesehatan, hingga uang saku.
“Nanti sambil berjalan, kalau kemudian sekolah rakyat yang ada di Kabupaten Mojokerto sudah rampung, maka putra putri bapak dan ibu akan kembali lagi di Kabupaten Mojokerto. Bapak Ibu jangan khawatir putra -putrinya yang tinggal di asrama sekolah rakyat di Kediri akan terpenuhi semua fasilitasnya. Rasa kekawatiran itu harus bisa dihilangkan, karena semua yang bapak-Ibu khawatirkan itu sudah disiapkan oleh pemerintah pusat, dan akan di support oleh pemerintah sesuai dengan yang dibutuhkan pelajar,” jelas Gus Barra.
Gus Barra juga menyampaikan, pesan paling mengena pada wali murid sekaligus mengajak orang tua untuk melihat lebih jauh ke depan. Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai solusi jangka panjang. Anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem akan dibina secara menyeluruh: akademik, karakter, keterampilan, hingga kesehatan agar melahirkan generasi unggul dari desa untuk Indonesia Emas 2045.
Senada, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, S.STP., M.AP., menyampaikan bahwa untuk pelajar Sekolah Rakyat (SR) pertama di Kab. Mojokerto untuk sementara tetap bisa mengenyam proses belajar mengajar di SR Kota Kediri, mengingat Pembangunan SR di Kab. Mojokerto saat ini masih proses.
“Kondisi pada saat ini pemerintah Kabupaten Mojokerto, sudah mengusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang lengkap dengan asramanya. Mudah-mudahan akan segera terealisasi sehingga segera terbangun dan pada tahun 2027 bisa dimanfaatkan,” sampainya.
Sebelumnya, jumlah siswa dan siswi Sekolah Rakyat saat ini masih 30 anak yang menerima manfaatnya. Kedepan masih dalam proses usulan dan seluruh proses dilakukan melalui aplikasi “Setara” milik Kementerian Sosial yang datanya bersumber dari DTKS desil 1 dan 2.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto merupakan program strategis yang berpotensi memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan menyediakan pendidikan gratis, sistem berasrama, pembinaan karakter, dan pengembangan keterampilan, program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Keberhasilan implementasinya memerlukan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Jika dikelola secara efektif dan berkelanjutan, Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Mojokerto yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing.
Reporter: Nur Hidayah




.jpg)
