12 July 2026

Get In Touch

Sebanyak 80 Angkot Gratis Pelajar Siap Mengaspal, Layani 15 Rute di Kota Malang

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Jumat (10/7/2026). (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Jumat (10/7/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Sebanyak 80 armada angkutan kota (angkot) gratis bagi pelajar disiapkan untuk mengaspal di Kota Malang. Layanan yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru tersebut akan melayani 15 rute yang menjangkau sekolah di berbagai wilayah kota.

"Yang pasti, rute-rute angkutan gratis bagi pelajar nanti disesuaikan juga dengan rute yang belum ter-cover, rute sekolahan yang belum dilewati angkutan kota," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, terdapat sekitar 3-4 rute menuju kawasan sekolah tingkat SMP yang saat ini belum dilalui angkot. Jalur tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan layanan angkutan gratis pelajar.

Dalam pengoperasiannya, Dishub Kota Malang akan mengombinasikan 3 skema jalur. Pertama, mengacu pada jalur yang sebelumnya telah dilayani Bus Halokes. Kedua, memanfaatkan trayek angkot yang sudah ada atau existing. Ketiga, membuka layanan menuju kawasan sekolah yang belum memiliki akses angkutan umum.

Berdasarkan rancangan rute angkutan pelajar, terdapat 15 pola perjalanan yang disiapkan untuk menghubungkan sejumlah kawasan permukiman dengan sekolah di berbagai wilayah Kota Malang.

Di wilayah barat, layanan di antaranya dirancang menjangkau kawasan Sumbersari, Merjosari, Joyogrand dan Villa Bukit Tidar menuju SMPN 25 Malang. Jalur lainnya menghubungkan kawasan Bandulan, Mulyorejo, Budi Utomo dan Jurang Wugu menuju SMPN 30 Malang.

Untuk wilayah timur dan selatan, rute disiapkan melalui kawasan Madyopuro, Lesanpuro, KH Malik Dalam, Wonokoyo dan Tlogowaru menuju SMPN 23 Malang. Terdapat pula jalur yang menghubungkan Tlogowaru, Kedungkandang, Madyopuro, Ki Ageng Gribig, Danau Toba hingga pusat kota.

Sementara di wilayah utara, rancangan rute mencakup kawasan Purwantoro, Ciliwung, Cengger Ayam, Kendalsari, Soekarno-Hatta, Candi Panggung, Sudimoro dan Borobudur menuju SMPN 11 Malang. Jalur lain menghubungkan SMPN 22 dan SMPN 24 melalui Madyopuro, Wisnuwardana, Terusan Sulfat dan Pandanwangi.

Layanan angkutan pelajar juga dirancang menjangkau koridor Tlogomas-Dinoyo-Sumbersari-Veteran hingga kawasan Tugu. Selain itu, terdapat rute dari Tlogowaru melalui Gadang, Sukun, Kasin, Mergan, Dieng dan Veteran menuju pusat kota.

Sejumlah titik henti juga telah dipetakan di dekat sekolah maupun lokasi strategis. Di antaranya Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Veteran, Lapangan Merjosari, SMPN 23, SMPN 10, SMPN 27, SMPN 25, SMPN 11, SMPN 22, SMPN 24, SMPN 30, SMAN 1, SMAN 4, SPBU Tlogomas, Taman Krida Budaya, Matos, Perpustakaan Kota Malang, Halte Tugu hingga sejumlah titik di kawasan Gadang dan Tlogowaru.

Secara keseluruhan, rancangan tersebut memuat 15 rute dengan titik awal dan akhir yang tersebar dari Madyopuro, Tlogowaru, Gadang, Purwantoro, Tlogomas, Merjosari hingga kawasan pusat Kota Malang.

"Sementara ini masih tetap 80 armada yang akan kami manfaatkan. Delapan puluh armada itu untuk seluruh sekolah. Kami optimalkan," ungkapnya.

Nantinya, angkot yang terlibat dalam program tersebut juga akan dilengkapi stiker khusus sebagai penanda bagi pelajar. Dishub Kota Malang mengupayakan armada menunggu penumpang di titik-titik pemberhentian yang telah ditetapkan. "Jam 5 pagi sudah harus standby, sampai dengan selesai jam sekolah," katanya. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.