GRESIK (Lentera) - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil membongkar dan mengamankan narkotika jenis sabu seberat dua hingga tiga ton di Komplek Pergudangan Prambanan Blizland, Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Budi Mulyanto, S.I.K., M.H., tidak membantah adanya keberhasilan pengungkapan kasus besar tersebut. Namun, lulusan Akpol 1997 itu meminta agar masyarakat menunggu penyampaian resmi dari BNN. "Nanti saja akan dirilis terbuka ya," ujarnya melansir Momorandum, Kamis (2/6/2026).
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa operasi ini bermula dari hasil penyelidikan panjang yang dilakukan Tim Pemberantasan BNNP Jawa Timur terhadap aktivitas jaringan peredaran narkotika yang diduga merupakan bagian dari sindikat internasional. Berbekal serangkaian operasi intelijen dan pengembangan informasi di lapangan, petugas akhirnya berhasil membongkar jaringan besar yang selama ini menjadi target penyelidikan.
Penyitaan interogasi narkoba dalam jumlah fantastis tersebut menjadi salah satu pengungkapan kasus terbesar di Indonesia saat ini. Paket haram yang disita tersebut merupakan bagian dari jaringan internasional kuncup atau bunga Canabinoid asal Thailand.
Melansir infopolisi, aparat keamanan dari berbagai unsur gabungan, termasuk BNNP Jawa Timur dan BNNK dari sejumlah kota, terpantau telah memadati area Komplek Pergudangan Prambanan Blizland. Petugas BNN disiagakan untuk menjaga ketat Gudang bernomor SA-33 yang dijadikan sebagai lokasi penyimpanan barang bukti tersebut.
Di dalam fasilitas penyimpanan itu, ditemukan puluhan hingga ratusan koper serta kardus yang diduga kuat sebagai wadah penyelundupan sabu. Keberhasilan operasi besar ini rencananya akan dipaparkan langsung melalui agenda konferensi pers di lokasi penemuan pada hari Kamis sore pukul 15.00 WIB.
Agenda pemaparan pers rilis tersebut dijadwalkan dipimpin oleh Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol. Budi Mulyanto, serta jajaran pejabat utama BNN RI. Kegiatan ini juga dihadiri Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dari berbagai wilayah Indonesia yang bersinergi dalam menggagalkan penyelundupan via jalur laut. (*)
Editor: Lutfiyu Handi



.jpg)
