PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah, salah satunya melalui penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD), yaitu dengan Pemerintah Kabupaten Karo, yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, meyakini melalui langkah ini stabilitas harga komoditas hortikultura dapat terjaga, khususnya cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.
"Lewat kerjasama ini kita ingin memotong rantai distribusi yang terlalu panjang agar pasokan dari daerah produsen dapat langsung masuk ke Palangka Raya, sehingga harga lebih stabil dan tidak menambah beban masyarakat,” papar Zaini, Selasa (30/6/2026).
Ia berpendapat, sebagai kota dengan tingkat konsumsi yang tinggi, Palangka Raya sangat bergantung pada pasokan komoditas dari luar daerah. Sehingga saat distribusi terganggu, harga cabai di pasar dapat melonjak menjadi Rp90 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram dan tentunya berkontribusi terhadap inflasi.
Zaini menjelaskan, Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra hortikultura nasional yang memiliki produksi cabai dan sayuran melimpah.
"Potensi ini bisa menjadi kekuatan untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi Kota Palangka Raya, terutama saat permintaan meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional," ucapnya.
Zaini menambahkan, sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut, pengiriman berbagai komoditas hortikultura dari Kabupaten Karo ke Kota Palangka Raya telah mulai direalisasikan.
Melalui langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah.
"Upaya pengendalian inflasi dilakukan dari hulu, yaitu dengan memastikan pasokan tersedia dan distribusi berjalan dengan lancar," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Santi




.jpg)
