30 June 2026

Get In Touch

Harganas 2026, Pemkot Malang Tindaklanjuti Ajakan Mendukbangga Lewat GAMAS

Ilustrasi: Nampak beberapa ayah mengantar anak-anaknya di hari pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Malang beberapa waktu lalu. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Nampak beberapa ayah mengantar anak-anaknya di hari pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Malang beberapa waktu lalu. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menindaklanjuti ajakan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN agar para ayah lebih terlibat dalam pengasuhan anak pada momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.

Salah satu langkah yang disiapkan, yakni menggencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS) menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027.

"Nanti akan ada surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang. Khususnya diharapkan para ayah bisa mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027," ujar Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, Senin (29/6/2026).

Dikatakannya, mulai pekan ini Dinsos-P3AP2KB akan memfokuskan sosialisasi dan promosi Gerakan Ayah Mengantar Anak kepada masyarakat. "Kami juga akan menggencarkan edukasi melalui flyer-flyer di Instagram kami terkait peran pengasuhan ayah di keluarga," katanya.

Menurut Donny, gerakan tersebut tetap memungkinkan diikuti para ayah yang bekerja. Pasalnya, sebagian besar sekolah di Kota Malang memulai kegiatan belajar pada pukul 07.00 WIB, sedangkan mayoritas jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB.

Ditegaskannya, penguatan peran ayah dalam pengasuhan menjadi perhatian pemerintah, karena masih tingginya fenomena fatherless di Indonesia, sebagaimana kerap disampaikan Mendukbangga/Kepala BKKBN.

"Sering dikutip oleh Pak Menteri bahwa di Indonesia ini fatherless-nya lumayan tinggi, yaitu ketidakhadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak," ungkapnya.

Karena itu, Donny berharap para ayah tidak hanya menjalankan peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir dalam proses tumbuh kembang anak, khususnya dalam pendidikan.

"Paling tidak berkontribusi dalam pendidikan anak, misalnya mendampingi anak belajar, mengikuti proses pendidikan selama sekolah, termasuk mengantar anak ke sekolah," tuturnya.

Lebih lanjut, Donny menjelaskan Dinsos-P3AP2KB tidak melakukan pengawasan khusus terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Upaya yang dilakukan lebih difokuskan pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kebetulan setiap ada acara di Dinsos, yang hadir kebanyakan ibu-ibu. Harapannya materi yang kami sampaikan bisa diteruskan dan memberikan dampak juga kepada para ayah," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong Duta Generasi Berencana (GENRE) turut berperan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kehadiran ayah dalam pengasuhan anak serta pembangunan keluarga.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.