PALANGKA RAYA (Lentera) – Program pelatihan vokasi dirancang untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan, keterampilan, serta daya saing para pencari kerja digelar dari 22 Juni - 7 Agustus 2026, di Aula Disnaker Kota Palangka Raya, dan diikuti oleh 40 orang peserta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menyampaikan program pelatihan vokasi dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja yang relevan, sehingga mampu meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Pelatihan vokasi merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Tenaga Kerja guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pencari kerja, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” papar Arbert, Selasa (23/6/2026).
Lebih lanjut dijelaskannya, bidang pelatihan yang dibuka meliputi Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan program pelatihan Operator Komputer Muda. Selain itu, ada Kejuruan Bisnis dan Manajemen dengan program pelatihan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Kejuruan Teknik Otomotif melalui program pelatihan Service Sepeda Motor Konvensional.
Selama mengikuti pelatihan, peserta akan memperoleh berbagai materi pembelajaran yang terdiri dari pelatihan soft skill selama delapan jam pelajaran, yang diberikan oleh narasumber dan praktisi sesuai bidangnya. Materi tersebut difokuskan pada pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim.
Tidak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan materi teori dan praktik kejuruan yang disampaikan oleh instruktur UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Palangka Raya, sesuai standar pelatihan berbasis kompetensi.
“Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi berstandar nasional yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai skema sertifikasi pada masing-masing kejuruan,” jelasnya.
Ia menambahkan, UPTD BLK juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pascapelatihan untuk mengetahui tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja maupun keberhasilan peserta dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Arbert berharap, melalui program tersebut akan mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, serta memiliki daya saing tinggi sehingga dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Dengan lahirnya tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi, diharapkan mereka dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah serta mendukung upaya Pemkot Palangka Raya dalam menekan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais




.jpg)
