24 June 2026

Get In Touch

Pemkot Surabaya Salurkan BLT DBHCHT 2026 untuk 3.850 Penerima, Total Bantuan Rp1,4 Juta per Orang

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan BLT DBHCHT kepada warga.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan BLT DBHCHT kepada warga.

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 kepada 3.850 penerima, masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1,4 juta yang diberikan selama tujuh bulan dan dicairkan dalam dua tahap.

Penyaluran BLT DBHCHT dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di Galeri House of Sampoerna, Jalan Raya Kalirungkut, Selasa (23/6/2026).

Program tersebut menyasar karyawan pabrik rokok ber-KTP Surabaya, serta masyarakat miskin dan rentan miskin yang belum menerima bantuan sosial pada tahun anggaran 2026.

“Alhamdulillah ada bantuan dari cukai rokok yang insyaAllah diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan selama tujuh bulan. Jadi satu orang menerima total Rp1,4 juta, tapi kita bagi menjadi dua tahap,” kata Eri.

Eri menjelaskan, pencairan tahap pertama mencakup periode Maret hingga Juni 2026, sedangkan tahap kedua akan disalurkan untuk periode Juli hingga September 2026.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk pengembalian manfaat dari penerimaan cukai hasil tembakau kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk pekerja di industri rokok.

“Ini bagian dari pemerintah dari cukai rokok yang diberikan kepada yang rentan, atau petugas langsung yang melinting rokok atau satpamnya yang membutuhkan dan berhak menerima. Jadi yang ada di desil satu dan desil dua,” ujarnya.

Eri juga menyampaikan, apresiasi kepada PT H.M. Sampoerna Tbk yang memfasilitasi penyaluran BLT DBHCHT tahun ini. Ia menilai perusahaan tersebut mampu membangun hubungan kekeluargaan yang kuat dengan para pekerjanya.

Bahkan, Eri mengaku, mendengar langsung kisah salah seorang karyawan yang telah mengabdi selama 37 tahun di perusahaan tersebut.

“Mereka mengatakan sangat merasa kekeluargaannya kuat. Ini yang saya harapkan, semua investasi yang ada di Kota Surabaya bisa menjaga persaudaraan dan tali silaturahmi yang kuat sehingga para pekerja merasa nyaman,” tuturnya.

Eri berharap, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penerima meskipun nominalnya tidak terlalu besar.

“Meskipun tidak signifikan Rp200 ribu, tapi semoga bermanfaat dan bisa dirasakan oleh saudara-saudara kita yang memang bekerja berkecimpung di bidang rokok,” ucapnya.

Eri mengungkapkan, besaran bantuan tahun ini mengalami penyesuaian akibat berkurangnya alokasi DBHCHT yang diterima pemerintah daerah dari pemerintah pusat. Jika sebelumnya bantuan dapat mencapai Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per bulan, kini nominalnya menjadi Rp200 ribu per bulan.

“Ada penurunan dari cukai rokok sehingga yang tadinya kita bisa Rp250 hingga Rp300 ribu, sekarang hanya bisa memberikan Rp200 ribu. Tapi program ini tetap kami jalankan,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkot Surabaya tetap berupaya menjaga berbagai program perlindungan sosial melalui dukungan APBD dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mulai dari pendidikan gratis, beasiswa, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga layanan kesehatan bagi warga kurang mampu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan penerima BLT DBHCHT 2026 berjumlah 3.850 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 3.505 orang merupakan karyawan pabrik rokok sedangkan 345 lainnya berasal dari kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin yang belum memperoleh bantuan sosial pada tahun ini.

“Program BLT ini bersumber dari DBHCHT tahun 2026. Penerimanya sebanyak 3.850 orang, terdiri atas 3.505 karyawan pabrik dan 345 masyarakat miskin serta rentan miskin,” kata Antiek.

Ia menjelaskan, bantuan senilai Rp1,4 juta per orang disalurkan dalam dua tahap.

"Pada tahap pertama, penerima memperoleh Rp800 ribu untuk periode Maret hingga Juni 2026, sedangkan tahap kedua sebesar Rp600 ribu akan diberikan untuk periode Juli hingga September 2026," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.