23 June 2026

Get In Touch

Soroti 17 Titik Banjir di Surabaya, DPRD Jatim Desak Evaluasi Pengelolaan Rumah Pompa

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono

SURABAYA (Lentera) - DPRD Jawa Timur mendesak adanya evaluasi terhadap pengelolaan rumah pompa di Kota Surabaya menyusul banjir yang merendam 17 titik wilayah kota tersebut akibat hujan deras pada Senin (22/06/2026).

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Blegur Prijanggono mengungkapkan rumah pompa harus dimaksimalkan untuk membantu penanganan banjir. Menurutnya, penambahan jumlah rumah pompa belum tentu efektif apabila pengelolaannya tidak berjalan optimal.

"Selain masyarakat harus waspada, tentunya pemkot perlu evaluasi untuk dapat memaksimalkan rumah pompa," ungkap Blegur, Senin (22/6/2026).

Politisi Partai Golkar yang juga Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur itu menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap pengelolaan rumah pompa yang ada di Surabaya.

"Begitu ada banjir harus langsung dihidupkan semua rumah pompa yang dimiliki jangan sampai ada banjir," ujarnya.

Hujan deras yang mengguyur Surabaya sejak subuh menyebabkan banjir di 17 titik. Ketinggian genangan dilaporkan mencapai hingga 50 sentimeter. Upaya penanganan banjir juga terkendala pasang air laut yang menghambat proses pemompaan air menuju laut.

Beberapa lokasi yang masih tergenang meliputi Jalan Ngagel Kebonsari, Jalan Bung Tomo, Jalan Raya Bratang Binangun, Jalan Imam Bonjol, Jalan Simo Hilir Raya, Jalan Tanjungsari, Jalan Menur Pumpungan, hingga kawasan Medokan Semampir Indah.

Sementara itu, genangan tertinggi tercatat di kawasan Stikosa AWS, Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.

Reporter: Pradhita/Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.