23 June 2026

Get In Touch

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Minta PLN Hindari Pemadaman Listrik di Jam Sibuk

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko.
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko.

SURABAYA (Lentera) - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta PT PLN menghindari pelaksanaan pemadaman listrik bergilir pada jam-jam sibuk atau prime time yang berpotensi mengganggu pelayanan publik, aktivitas masyarakat, hingga roda perekonomian.

Ia menilai pemadaman listrik akibat gangguan teknis pada sistem kelistrikan Jawa-Bali, yang disebut berkaitan dengan PLTU Paiton, harus diantisipasi dengan pengaturan jadwal yang lebih bijak dan terkoordinasi.

"Kami berharap mekanisme pemberlakuan pemadaman listrik ini jangan sampai terjadi di prime time atau waktu-waktu primer. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dan jangan sampai terganggu," kata Yona saat ditemui di Ruang Komisi A DPRD Surabaya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, PLN perlu memberikan perhatian khusus terhadap objek-objek vital yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, seperti kantor pelayanan publik, fasilitas kesehatan, pusat aktivitas ekonomi, hingga persimpangan jalan yang bergantung pada lampu lalu lintas.

"Kalau sampai traffic light mati karena pemadaman listrik, tentu akan menimbulkan kekacauan lalu lintas dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Ini harus menjadi perhatian serius," ujarnya.

Yona mengaku telah berkomunikasi dengan PLN wilayah Karangpilang terkait durasi pemadaman yang terjadi. Ia berharap pemadaman dapat dibatasi seminimal mungkin mengingat tidak semua instansi maupun pelaku usaha memiliki sumber listrik cadangan berupa genset.

Selain layanan publik, Yona juga menyoroti pentingnya menjaga pasokan listrik pada saat berlangsung siaran langsung pertandingan sepak bola internasional yang belakangan banyak disaksikan masyarakat melalui kegiatan nonton bareng (nobar).

Menurutnya, kegiatan nobar di warung kopi maupun ruang publik memiliki dampak sosial positif karena menjadi sarana interaksi masyarakat yang sehat dan kondusif.

"Kami berharap PLN tidak mematikan listrik pada saat ada siaran langsung pertandingan sepak bola dunia. Saat ini masyarakat juga membutuhkan hiburan dan ruang berkumpul yang positif," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan nobar seringkali menjadi ruang diskusi santai yang mampu menjaga suasana masyarakat tetap cair di tengah berbagai dinamika sosial dan politik.

"Sebelum nobar berlangsung biasanya ada ruang diskusi yang santai. Ini menjadi salah satu alternatif yang baik untuk menjaga suasana tetap kondusif di masyarakat," imbuhnya.

Yona juga mengingatkan pemadaman listrik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai pelaku usaha, ia memahami beban tambahan yang harus ditanggung ketika listrik padam dalam waktu lama.

"Kalau listrik mati tentu ada potensi kerugian ekonomi. Pelaku usaha harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli freezer, genset, dan berbagai kebutuhan lainnya agar usaha tetap berjalan," ujarnya.

Di sisi lain, Yona menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ia meyakini stok Pertalite dan Biosolar masih aman selama masyarakat yang tergolong mampu tidak beralih menggunakan BBM bersubsidi.

"Selama masyarakat menengah ke atas tidak ikut-ikutan mengonsumsi BBM bersubsidi, saya yakin kuota yang disediakan pemerintah akan mencukupi," ucapnya.

Ia juga menilai kenaikan harga BBM non-subsidi dapat menjadi momentum untuk mendorong penggunaan transportasi publik. Namun, Pemerintah Kota Surabaya diminta memastikan aspek keamanan dan kenyamanan layanan angkutan umum, termasuk armada Wira-Wiri, sebelum mengajak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

"Ketika masyarakat mulai mempercayakan mobil pribadinya dan beralih menggunakan transportasi publik, maka pemerintah harus menjamin rasa aman dan nyaman. Nyawa manusia tidak bisa ditukar dengan rupiah," tegasnya.

Yona bahkan mengaku siap menjadi contoh penggunaan transportasi publik apabila kualitas layanan benar-benar ditingkatkan. Ia juga mengusulkan agar program Jumat Bersepeda yang pernah berjalan pada era Wali Kota Tri Rismaharini dapat dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya penghematan energi dan mendorong pola hidup sehat.

"Kalau keamanan dan kenyamanannya terjamin, kami siap menjadi contoh. Tidak harus selalu menggunakan mobil pribadi, transportasi publik juga bisa menjadi pilihan," pungkasnya.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.