22 June 2026

Get In Touch

Tahun Kedua Surabaya Fashion Festival 2026, Dongkrak Industri Kreatif dan Ekonomi Masyarakat

Surabaya Fashion Festival 2026 di Jalan Tunjungan.
Surabaya Fashion Festival 2026 di Jalan Tunjungan.

SURABAYA (Lentera) -Ribuan warga memadati kawasan Jalan Tunjungan hingga Balai Kota Surabaya untuk menyaksikan kemeriahan Surabaya Fashion Festival (SFF) 2026, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, festival ini tidak hanya menampilkan parade busana karya desainer lokal, tetapi juga menjadi wadah penguatan industri kreatif dan penggerak ekonomi masyarakat.

Mewakili Wali Kota Surabaya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan penyelenggaraan SFF yang memasuki tahun kedua diharapkan semakin diminati masyarakat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Surabaya Fashion Festival merupakan tahun kedua. Harapan kami, warga Surabaya bisa menikmati kegiatan ini dan pelaksanaannya dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi geliat ekonomi dan sektor kreatif di Kota Surabaya," kata Fikser.

Menurutnya, SFF 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia fesyen, seni, budaya, dan industri kreatif dalam satu rangkaian kegiatan terbuka di kawasan ikonik Jalan Tunjungan. Konsep tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para desainer lokal untuk memperkenalkan karya mereka secara lebih dekat kepada masyarakat luas.

"Jalan Tunjungan telah disulap menjadi catwalk raksasa, tempat bersatunya seni, budaya, dan inovasi fesyen dalam Surabaya Fashion Festival 2026," tuturnya.

Pemkot Surabaya juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, mulai dari panitia, komunitas, desainer, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Selain peragaan busana, festival juga dimeriahkan dengan Festival Kuliner UMKM dan Multi Produk, lomba mewarnai tingkat TK se-Jawa Timur, kompetisi tari tradisional dan kreasi, lomba keterampilan baris-berbaris, pertunjukan DJ, kompetisi marching band, serta panggung hiburan.

Fikser mengungkapkan, festival tersebut melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas kreatif, desainer, pelaku UMKM, penjahit lokal, perias wajah (makeup artist), hingga pedagang kaki lima yang turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama acara berlangsung.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan SFF sebagai momentum untuk terus mencintai produk dalam negeri sekaligus mengapresiasi karya desainer lokal.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.