15 June 2026

Get In Touch

Mendikdasmen: Program MBG Sudah Jangkau 43 Juta dari Total 53 Juta Murid

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. (foto: Kemendikdasmen)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. (foto: Kemendikdasmen)

JAKARTA (Lentera) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah menjangkau 43 juta murid atau sekitar 80,7 persen dari total 53 juta murid di Indonesia, per 10 Juni 2026.

"Dari sekitar 53 juta murid di Indonesia, lebih dari 43 juta murid, bukan guru seperti video yang beredar sebelumnya karena 'slip of the tongue', itu di antaranya telah menerima dan merasakan manfaat program tersebut," ujar Mu'ti usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, dalam upaya pembangunan karakter murid Indonesia, pelaksanaan MBG sangat selaras dengan penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

"Dari 7 KAIH tersebut terdapat poin makan sehat dan bergizi yang implementasinya terwujud melalui pelaksanaan MBG di sekolah," katanya.

Berbagai survei dan umpan balik pelaksanaan program juga menunjukkan sebagian besar murid penerima manfaat berharap program MBG dapat terus dilanjutkan.

Lebih lanjut, Abdul Mu'ti menyebut berbagai modul pendukung juga telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.

"Sejumlah penelitian yang dilakukan, termasuk dari Labsosio, Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia menyatakan bahwa MBG telah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, dan capaian akademik murid," katanya.

Pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi

Di sisi lain, Menteri Abdul Mu’ti juga melaporkan perkembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pendidikan unggul. Disebutnya, Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama yang akan memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan standar yang terintegrasi.

Pemerintah melalui Kemendikdasmen, menurutnya telah merencanakan untuk membangun 100 sekolah nasional terintegrasi. Di mana saat ini telah ada sebanyak 36 usulan sekolah yang terseleksi dan akan dimulai pembangunannya pada tahun ini.

"Pada tahap awal, lima sekolah akan dibuka dengan memanfaatkan gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di daerah. Satu sekolah akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sembilan sekolah lainnya akan dibangun baru di daerah yang telah ditetapkan," pungkas Mendikdasmen.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.