13 June 2026

Get In Touch

Mensos: Kuota Sekolah Rakyat 2026 Tampung Lebih dari 32 Ribu Siswa

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. (foto: Kemensos RI)
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. (foto: Kemensos RI)

JAKARTA (Lentera) - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyebut di tahun ajaran 2026/3027, kuota Sekolah Rakyat (SR) disiapkan mampu menampung lebih dari 32 ribu siswa, seiring bertambahnya pembangunan gedung permanen di berbagai daerah.

Peningkatan kuota tersebut disampaikan Gus Ipul saat bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

"Tahun lalu kita mengalokasikan 15 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat. Tahun ini lebih dari 32 ribu yang akan diterima sebagai bagian dari siswa Sekolah Rakyat. Peningkatan alokasi ini sesuai dengan jumlah gedung permanen yang dibangun oleh pemerintah atas arahan Bapak Presiden. Saya kira ini yang penting yang bisa kami laporkan," ujar Gus Ipul, seperti dikutip dari Antara, Kamis (11/6/2026).

Program Sekolah Rakyat sendiri memasuki satu tahun penyelenggaraan pada Juli 2026. Momen tersebut, menurut Gus Ipul, menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program sekaligus menyusun berbagai langkah perbaikan.

Evaluasi itu meliputi penguatan tata kelola, pemenuhan sumber daya manusia, hingga penyelesaian berbagai tantangan yang masih ditemui dalam implementasi program di lapangan. Pemerintah berharap penyelenggaraan Sekolah Rakyat semakin efektif dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Gus Ipul juga meminta dukungan berkelanjutan dari Kantor Staf Presiden agar program tersebut terus berkembang dan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

"Saya memohon dukungan terus dari Pak Dudung selaku Kepala KSP agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat makin baik, makin sempurna dan nanti melahirkan generasi-generasi yang pintar, berkarakter dan terampil sebagaimana harapan Bapak Presiden," katanya.

Sementara itu, Kepala KSP Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut, termasuk mendukung pembangunan gedung permanen dan penyelesaian berbagai kendala yang muncul selama proses pelaksanaan.

Menurut Dudung, Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang selama ini putus sekolah atau belum memperoleh akses pendidikan yang layak.

"Karena di situlah anak yang putus sekolah, anak yang tidak sekolah, ini akan ditampung dan kemudian disekolahkan secara boarding di Sekolah Rakyat," ujar Dudung.

Ditambahkannya, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga akan terus diperkuat agar pembangunan sarana, proses pembelajaran, hingga keberlanjutan program dapat berjalan optimal.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.