11 June 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Bangga Program ADEM di Jatim Cetak Generasi Papua Unggul dan Berkarakter

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama putra-putri Papua.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama putra-putri Papua.

SURABAYA (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kebanggaannya atas capaian Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) asal Papua  yang selama ini dijalankan di Jawa Timur. Program yang membuka akses pendidikan bagi putra-putri Papua tersebut dinilai berhasil mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Keberhasilan tersebut tercermin dari capaian 51 murid peserta Program ADEM Papua dan ADEM Repatriasi yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada Tahun Ajaran 2026/2027. Rinciannya, sebanyak 26 murid diterima melalui jalur SNBP dan 25 murid diterima melalui jalur SNBT.

“Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Program ADEM bukan hanya membuka akses pendidikan yang berkualitas, tetapi juga berhasil melahirkan generasi Papua yang berprestasi, tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk membangun masa depan bangsa sekaligus memperkuat persatuan Indonesia. Karena itu, Pemprov Jatim berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik, termasuk murid ADEM yang berasal dari Papua dan wilayah repatriasi.

“Jawa Timur selalu terbuka menjadi rumah belajar bagi anak-anak bangsa dari berbagai daerah. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, bermutu, dan berkarakter,” katanya.

Menurut Khofifah, Program ADEM tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran keberagaman, toleransi, dan penguatan karakter kebangsaan.

Selama menempuh pendidikan di Jawa Timur, para murid tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman hidup dalam lingkungan sosial yang beragam sehingga mampu memperkuat semangat persatuan dan kebhinekaan.

“Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan membangun Papua dan Indonesia. Teruslah belajar, jangan pernah menyerah, dan jadilah generasi yang mampu membawa kemajuan bagi daerah asal maupun bangsa Indonesia,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyambut baik peningkatan kuota Program ADEM Papua di Jawa Timur pada Tahun Ajaran 2026/2027 yang mencapai 152 murid, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 145 murid.

Menurutnya, peningkatan kuota tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kualitas penyelenggaraan Program ADEM di Jawa Timur.

“Ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Semakin banyak anak-anak Papua yang memperoleh kesempatan belajar di Jawa Timur, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat kita berikan dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa keberhasilan murid ADEM menembus PTN menjadi bukti bahwa anak-anak Papua memiliki potensi besar yang mampu bersaing dengan murid dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Saya sangat bangga dengan capaian murid-murid ADEM Papua. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para murid, dukungan orang tua angkat, serta dedikasi para guru dan tenaga pendidik yang selama ini mendampingi mereka,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, saat ini terdapat 440 siswa ADEM Papua yang menempuh pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur. Mereka terdiri dari 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus pada 5 Mei 2026.

Sebanyak 127 murid lulusan ADEM juga telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing yang tersebar di berbagai wilayah Papua, antara lain Jayapura, Biak, Nabire, Timika, Merauke, Wamena, Manokwari, dan Sorong. Delapan siswa lainnya lebih dahulu kembali untuk mengikuti seleksi TNI/Polri maupun pendidikan tinggi kedinasan.

Aries berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta Program ADEM untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik.

Salah satu siswa ADEM, Yazinta Kaipman dari SMAN 1 Kejayan Pasuruan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut selama tiga tahun di Jawa Timur. Ia merasakan suasana kekeluargaan dan penerimaan yang hangat selama tinggal di Pasuruan.

“Kami sebagai anak Papua tidak merasa sendirian di sini. Kami disambut dengan sangat baik, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” ungkapnya.

Ia berharap program ADEM dapat terus berlanjut karena dinilai sangat membantu anak-anak Papua mendapatkan pendidikan dan pengalaman hidup yang lebih baik. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.