10 June 2026

Get In Touch

Pemakaman Ali Khamenei Digelar Tiga Hari, Teheran Bersiap Sambut Jutaan Pelayat

Seorang warga membawa foto mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (TNN)
Seorang warga membawa foto mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (TNN)

JAKARTA (Lentera) - Pemerintah Iran memastikan prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan digelar secara besar-besaran selama 3 hari di sejumlah kota utama, termasuk Teheran, Qom, dan Mashhad. Otoritas setempat juga bersiap menyambut jutaan pelayat dari berbagai negara yang diperkirakan akan hadir dalam upacara pemakaman tersebut.

Wakil Wali Kota Teheran Bidang Sosial dan Budaya, Mohammad-Amin Tavakolizadeh, Selasa (2/6/2026), mengungkapkan rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei akan berlangsung pada akhir Zulhijjah 1447 Hijriah hingga awal Muharram 1448 Hijriah atau sekitar pertengahan Juni 2026.

"Pemakaman ini akan menjadi salah satu peristiwa keagamaan dan kemanusiaan terbesar yang pernah diselenggarakan Republik Islam Iran," ujarnya, melansir Antara, Rabu (3/6/2026).

Setelah prosesi di Teheran dan Qom, jenazah Ali Khamenei akan dibawa ke Kota Mashhad untuk dimakamkan di kawasan yang berdekatan dengan Makam Imam Reza, salah satu situs suci terpenting bagi umat Islam Syiah.

Mashhad diperkirakan menjadi pusat kedatangan pelayat internasional. Otoritas Iran memperkirakan warga dari Pakistan, Afghanistan, India, Bangladesh, serta sejumlah negara lain akan memadati kota tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Tavakolizadeh menyebut upacara pemakaman tersebut berpotensi menjadi pertemuan umat Islam dan komunitas Syiah terbesar di dunia pada tahun ini, mengingat besarnya pengaruh Khamenei di kawasan Timur Tengah dan dunia Islam.

Setelah Irak menetapkan masa berkabung nasional dan menggelar sejumlah upacara penghormatan simbolis, Teheran meyakini suasana berkabung serupa akan berlangsung di negara-negara lain yang memiliki komunitas Syiah besar, seperti Pakistan, Afghanistan, dan Yaman.

Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan yang menghantam kediaman sekaligus kantor kerjanya di Teheran pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Kematian Khamenei memicu eskalasi konflik di kawasan. Iran merespons dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target yang diklaim terkait kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, Iran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia. 

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.