10 June 2026

Get In Touch

WHO: Tiga Bulan Israel Serang Ratusan Faskes di Lebanon, 128 Tenaga Medis Tewas

Puing-puing bangunan pasca serangan Israel di Lebanon. (REUTERS)
Puing-puing bangunan pasca serangan Israel di Lebanon. (REUTERS)

JENEWA (Lentera) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ratusan serangan terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon sejak Maret 2026. Serangan-serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 128 tenaga medis dan menyebabkan 332 lainnya mengalami luka-luka.

"Hanya dalam tiga bulan ini, WHO telah memverifikasi hampir 190 serangan terhadap fasilitas kesehatan. Serangan ini telah menewaskan 128 petugas kesehatan dan melukai 332 lainnya," ujar Perwakilan WHO di Lebanon, Abdinasir Abubakar, dalam keterangannya di Jenewa, melansir Antara, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, tren kekerasan terhadap fasilitas kesehatan masih terus berlanjut. Dalam sepekan terakhir saja, WHO mencatat sedikitnya 11 serangan yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan 24 lainnya terluka.

WHO juga masih melakukan verifikasi terhadap laporan serangan udara yang menghantam Rumah Sakit Jabal Amel pada Senin (1/6/2026). Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 86 orang mengalami luka-luka.

Abubakar menilai 3 bulan terakhir menjadi salah satu periode paling mematikan bagi Lebanon sejak konflik di kawasan itu kembali memanas pada Oktober 2023. 

Data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan jumlah korban akibat serangan udara Israel terus meningkat. Hingga 1 Juni 2026, tercatat sebanyak 3.433 orang tewas dan 10.395 lainnya mengalami luka-luka sejak 2 Maret lalu.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.