05 June 2026

Get In Touch

AS Rampas Aset Kripto Iran Hampir 1,5 Miliar Dolar dalam Sebulan

Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York. (foto:ist/dok.Ant/Xinhua)
Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York. (foto:ist/dok.Ant/Xinhua)

WASHINGTON (Lentera) - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent mengumumkan perampasan aset mata uang kripto Iran senilai hampir 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp26,7 triliun) dalam waktu sebulan, serta upaya koordinasi dengan sekutu di Eropa untuk merebut aset-aset lain yang terkait dengan Teheran.

"Saya yakin kami telah merampas aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar," kata Bessent, pada Jumat (29/5/2026) mengutip Antara, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya,  AS seperti "langsung mengambil dompet mereka". Ia bahkan menyebut, sejumlah pemegang aset tak sadar aset mereka telah dirampas. 

"Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik saat ini, dan sadar kalau mereka tidak sadar dompet mereka sudah diambil," katanya.

Menkeu AS mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan sekutu-sekutunya untuk melakukan perampasan aset yang lebih luas lagi.

"Kami bekerja sama dengan sekutu-sekutu di seluruh Eropa untuk merampas vila-vila, rumah-rumah, dan properti," tutur Bessent yang mengeklaim langkah tersebut adalah untuk memulihkan dana yang dicuri dari rakyat Iran.

"Aset-aset tersebut berasal dari uang yang dicuri dari rakyat Iran," kata Menkeu AS.

Menkeu AS juga menyebut, fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg sudah mati menyusul blokade laut AS.

Ia menambahkan, bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Teluk justru menjadi bumerang dalam taraf diplomasi, karena mereka kini menjadi "mitra yang sangat baik" dalam upaya menindak Teheran lewat jalur finansial.

Karena itu, AS pun dapat membekukan rekening bank asal Iran di kawasan, ucap Bessent.

Sebelumnya, pada 30 April 2026 atau tepat sebulan lalu Menkeu AS, Scott Bessent mengatakan bahwa Washington telah menyita aset kripto milik Iran, senilai sekitar hampir 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun).

“Kami berhasil menyita sekitar 350 juta dolar dalam aset kripto, dan kemudian tambahan sekitar 100 juta dolar yang baru saja kami dapatkan. Jadi totalnya hampir mencapai setengah miliar,” kata Bessent kepada Fox Business sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Kamis (30/4/2026).

Pada 16 April, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan bahwa Departemen Keuangan AS meluncurkan operasi “Economic Fury” terhadap Iran, untuk memaksimalkan tekanan ekonomi terhadap negara tersebut.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.