29 May 2026

Get In Touch

Di Ujung Mei, Rupiah Menuju Rp 18 Ribu (Koran Jumat, 29 Mei 2026)

NILAI tukar rupiah semakin melorot. Mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (28/5/2026). Diketahui, sehari sebelumnya yaitu Rabu (27/5/2026) ditutup di Rp17.801, mendekati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS. Menurut hitungan, posisi rupiah saat ini sudah anjlok sebesar 14,99% dibanding posisi saat Presiden Prabowo Subianto dilantik yaitu senilai Rp15.481 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz yang mendorong harga minyak dunia menembus 90 dollar AS per barel atau naik lebih dari 4 persen dalam sehari (baca berita terkaitbdi halaman 7). Kondisi itu memperkuat dolar AS sekaligus memicu arus keluar modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Namun sejumlah analis memperingatkan nilai tukar menembus Rp18.000 per dolar AS adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Apalagi konflik Timur Tengah terus memanas dan harga minyak semakin melonjak. Menurut pengamat ekonomi dan mata uang tingginya kebutuhan impor minyak ikut memperbesar permintaan dolar AS di dalam negeri sehingga memperparah tekanan terhadap rupiah. Di sisi lain, juga menyoroti belum signifikannya dampak kunjungan luar negeri pemerintah terhadap masuknya investasi dan penciptaan lapangan kerja baru. Dampaknya diperkirakan akan dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Bahkan masyarakat pedesaan yang tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar tetap akan terimbas karena harga pupuk, bahan bakar minyak, pakan ternak, obat-obatan, mesin pertanian, hingga sebagian bahan pangan sangat dipengaruhi kurs dolar. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/29052026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera.co.
Lentera.co.