KABAR-KABAR dari sektor ekonomi di Indonesia terus memberi kejutan. Belum usai buah bibir soal ekspor sumber daya alam (SDA) wajib melalui satu pintu, terbaru pemerintah mengumumkan siapa pengendali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Luke Thomas Mahony ditunjuk jadi Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Adapun Luke merupakan Warga Negara (WN) Australia dan pernah menjabat sebagai direktur di PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Penunjukan orang asing di jajaran petinggi perusahaan pelat merah bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Garuda Indonesia juga menempatkan dua ekspatriat di posisi direktur. Balagopal Kunduvara warga Singapura menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen dan Neil Raymond Mills orang Inggris sebagai Direktur Transformasi. Dari sisi aturan, dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 (Perubahan keempat atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN) memang telah dilakukan pelonggaran syarat kewarganegaraan bagi posisi direksi profesional. Diketahui, Presiden Prabowo memutuskan ekspor komoditas batu bara, minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), dan besi-baja akan dipegang langsung oleh negara melalui badan usaha yang menjadi pemain tunggal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 adalah US$ 282,92 miliar. Dari angka itu nilai ekspor tiga komoditas utama tersebut adalah US$ 81,46 miliar. Artinya, hampir 30% atau tepatnya 28,79% ekspor Indonesia per Januari 2027 langsung berada di bawah kendali negara, dengan bos profesional dari Negeri Kanguru. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/22052026.pdf



.jpg)
.jpg)
.jpg)
