Menteri Yusril Prihatin WNI Relawan Gaza Ditangkap Israel, Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik
SURABAYA (Lentera) - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra mengaku prihatin atas tertangkapnya Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut dalam misi pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina oleh militer Israel (IDF).
"Ya, pemerintah sangat prihatin dan menyesalkan apa yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap para relawan, khususnya warga negara Indonesia yang melintasi perairan internasional untuk melakukan kegiatan kemanusiaan membantu para korban konflik yang terjadi di Gaza," kata Yusril ketika ditemui Lentera di Kampus Unesa Lidah Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Yusril mengaku, sampai saat ini pemerintah masih sulit untuk terhubung dengan warga negara Indonesia yang ditangkap.
"Dan sampai hari ini kita ketahui bahwa emang masih dalam keadaan sulit untuk menghubungi. Tapi Kementerian Luar Negeri juga telah melakukan satu langkah-langkah proaktif, untuk mencari keberadaan mereka dan membebaskan mereka," tuturnya.
Saat ini, pemerintah juga tengah berupaya melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel terkait pembebasan para WNI.
"Tapi kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui bantuan negara ketiga dan badan-badan internasional untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh tentara Israel," tutupnya.
Diketahui, berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dari 9 WNI GPCI, 5 WNI ditangkap militer Israel, dan 4 WNI lainnya masih berlayar di dua kapal berbeda.
Reporter: Amanah/Editor: Ais




.jpg)
