19 May 2026

Get In Touch

Pomindo Hadir di Kota Malang, Warga Kini Bisa Beli Minyak Goreng Mulai Rp2.000

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mencoba mengisi botol minyak goreng dari depo Pomindo, Senin (18/5/2026). (Santi/Lentera)
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mencoba mengisi botol minyak goreng dari depo Pomindo, Senin (18/5/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Masyarakat Kota Malang kini dapat membeli minyak goreng dengan harga yang lebih fleksibel. Melalui kehadiran Pom Minyak Goreng Indonesia (Pomindo), warga tidak lagi harus membeli dalam kemasan literan, melainkan bisa menyesuaikan dengan kemampuan keuangan, mulai dari Rp2.000 saja.

"Untuk wilayah Malang Raya, ini baru satu-satunya depo yang beroperasi dan diresmikan hari ini. Secara nasional, ini adalah depo ke-252," ujar Direktur Utama PT Parama Artha Buwana, Yaya Sumantri, di sela peresmian depo Pomindo di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, Pomindo memangkas rantai distribusi yang selama ini menyebabkan harga minyak goreng di pasaran lebih tinggi. "Kalau untuk harga, kami jual Rp22 ribu per liter. Kenapa bisa lebih murah? Karena kami memotong jalur distribusi sehingga produk langsung sampai ke masyarakat melalui mitra kami," jelasnya.

Meski termasuk minyak curah, Yaya menegaskan kualitas minyak goreng yang dipasarkan tergolong premium. Produk tersebut merupakan minyak goreng dengan spesifikasi CP10 yang dipasok dari sejumlah produsen besar seperti Sinar Mas, Wilmar, Mahesa, dan anak perusahaan Pelindo.

"Ini minyak goreng curah premium. Tidak butek, tidak keruh, tidak kental, dan tidak berbau," tegasnya.

Pomindo juga dirancang untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Warga berpenghasilan rendah dapat membeli minyak goreng sesuai kebutuhan harian, sementara pelaku UMKM, industri, hingga program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dapat memanfaatkan pasokan tersebut.

Selain menyediakan harga terjangkau, Pomindo juga diharapkan mampu membantu pemerintah mengendalikan inflasi daerah. Menurut Yaya, fluktuasi harga minyak goreng selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Untuk kapasitas penyimpanan, depo Pomindo di Kota Malang mampu menampung hingga 9 ton minyak goreng. Sementara outlet yang nantinya dibentuk di tingkat kelurahan akan memiliki kapasitas sekitar 1.000 liter.

Yaya menjelaskan, Pomindo menargetkan setiap daerah pemilihan memiliki satu depo, sedangkan setiap kelurahan akan memiliki satu outlet. Kemitraan outlet ini dapat dijalankan oleh Koperasi Merah Putih, BUMDes, sekolah, pondok pesantren, maupun pelaku usaha perorangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyambut positif kehadiran Pomindo.

Menurut Eko, minyak goreng merupakan bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner.

"Masyarakat, terutama UMKM, kini bisa membeli minyak goreng sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka," ujarnya.

Eko berharap keberadaan Pomindo dapat memperkuat ketahanan pasokan minyak goreng di Kota Malang, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan usaha mikro dan kecil di daerah tersebut.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.