01 May 2026

Get In Touch

Benarkah Air Es Menghambat Pencernaan?

Benarkah Air Es Menghambat Pencernaan?

SURABAYA ( LENTERA ) - Kebiasaan minum air es setelah makan masih memunculkan banyak spekulasi. Banyak yang beranggapan suhu dingin dapat membekukan lemak atau merusak kerja lambung. Namun, tinjauan medis terbaru pada tahun 2026 menegaskan bahwa air es tidak secara langsung menghentikan proses pencernaan. 

Dokter menjelaskan, tubuh manusia memiliki sistem termoregulasi yang sangat efisien, di mana cairan yang masuk ke lambung akan segera disesuaikan suhunya agar selaras dengan suhu internal tubuh yang berkisar di angka 37°C.

Meskipun tidak membekukan makanan, para ahli menekankan bahwa konsumsi air es tetap memiliki dampak fisiologis tertentu yang perlu diwaspadai, terutama bagi individu dengan kondisi sensitif. 

Air dingin dapat menyebabkan pembuluh darah di lapisan perut sedikit berkontraksi (vasokonstriksi) dan pada beberapa kasus dapat memperlambat gerak peristaltik usus. Bagi penderita achalasia (gangguan kerongkongan) atau mereka yang memiliki gigi sensitif, air es justru bisa memicu rasa tidak nyaman hingga kram perut, bukan karena proses kimia pencernaannya yang terhenti, melainkan karena syaraf yang bereaksi terhadap perubahan suhu ekstrem secara mendadak.

Pembaruan informasi medis di tahun ini juga menyoroti bahwa yang jauh lebih berbahaya bukanlah suhu airnya, melainkan apa yang dilarutkan di dalamnya. Lonjakan kasus gangguan pencernaan saat ini lebih banyak dipicu oleh konsumsi minuman es yang tinggi pemanis buatan dan sirup fruktosa, yang secara klinis terbukti mengganggu mikrobioma usus. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih jenis minuman dingin, terutama saat sedang menyantap makanan berat atau berminyak, guna menjaga efisiensi metabolisme tubuh tetap optimal.

Agar Perut Nyaman
Agar kesegaran air es tidak berbalik menjadi masalah kesehatan, berikut adalah panduan konsumsi yang disesuaikan dengan rekomendasi kesehatan terkini:

Gunakan Metode Jeda: Hindari meneguk air es dalam jumlah banyak sekaligus saat perut sedang penuh. Minumlah sedikit demi sedikit (disesap) untuk memberi waktu bagi lambung menyesuaikan suhu cairan tanpa mengejutkan sistem saraf.

Netralisir dengan Air Suhu Ruang: Jika Anda baru saja mengonsumsi makanan yang sangat berlemak, cobalah untuk meminum air suhu ruang terlebih dahulu sebelum beralih ke air dingin. Ini membantu lemak tetap dalam tekstur yang mudah diurai oleh enzim pencernaan.

Perhatikan Waktu Konsumsi: Waktu terbaik untuk menikmati air es adalah saat cuaca panas atau setelah berolahraga berat untuk menurunkan suhu inti tubuh, bukan saat Anda sedang mengalami nyeri haid atau sedang flu, karena suhu dingin dapat memperburuk kontraksi otot polos.
Hindari Tambahan Gula Berlebih: Pastikan es Anda adalah air mineral murni. 

Deteksi Respons Tubuh: Setiap orang memiliki ambang toleransi suhu yang berbeda. (Nathasya_mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.