22 April 2026

Get In Touch

Iran Tuntut AS Bebaskan Kapal Dagang Touska dan Awaknya

Ilustrasi kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (foto:ist/dok.Ant/Xinhua)
Ilustrasi kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. (foto:ist/dok.Ant/Xinhua)

TEHERAN (Lentera) - Iran menuntut pembebasan segera awak kapal dagang Touska, yang disita Amerika Serikat di Teluk Oman, termasuk keluarga awak yang berada di kapal tersebut, menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa (21/4/2026).

Pada Minggu (19/4), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan, telah menyita kapal berbendera Iran itu, yang disebut berusaha menembus blokade AS di Teluk Oman.

"Republik Islam Iran, seraya memperingatkan konsekuensi serius dari tindakan ilegal dan kriminal Amerika Serikat, menegaskan perlunya pembebasan segera kapal Iran tersebut, awaknya, dan keluarga mereka," kata Kemlu Iran, dalam pernyataannya mengutip Antara, Selasa (21/4/2026).

Iran pun mengecam keras penyitaan itu, dan menyebut tindakan AS sebagai pembajakan maritim serta pelanggaran terhadap Piagam PBB, prinsip hukum internasional, dan juga gencatan senjata, kata kementerian tersebut.

Pada Senin (20/4/2026), juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya militer Iran, Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan, terhadap pasukan AS setelah memastikan keselamatan awak kapal yang dibajak.

Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Kemudian, pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada 11 April, yang berakhir tanpa hasil.

AS kemudian memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan para mediator kini berupaya mengatur perundingan putaran berikutnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.