23 April 2026

Get In Touch

Lebih dari 30 Negara Dijadwalkan Bahas Selat Hormuz di London

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey. (foto: GOV. UK)
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey. (foto: GOV. UK)

JAKARTA (Lentera) - Lebih dari 30 negara dijadwalkan mengirimkan perwakilan militer dalam pertemuan di London, Inggris, mulai Rabu (22/4/2026). Agenda utama pertemuan 2 hari tersebut adalah membahas upaya pembukaan kembali dan pengamanan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Melansir Kompas, Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan, pertemuan di London akan menjadi tahap lanjutan untuk menerjemahkan kesepakatan diplomatik ke dalam rencana teknis dan operasional di lapangan.

"Tugas hari ini dan besok adalah mengubah konsensus diplomatik menjadi rencana bersama untuk menjaga kebebasan navigasi di selat dan mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan," ujar Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, berdasarkan laporan dari Reuters, Rabu (22/4/2026).

Healey juga menyampaikan optimismenya, pertemuan ini dapat menghasilkan kemajuan konkret dalam waktu dekat, khususnya terkait skema pengamanan jalur pelayaran internasional.

Dalam agenda yang dibahas, para peserta juga akan mendiskusikan kemampuan militer masing-masing negara, termasuk mekanisme komando dan kendali dalam operasi bersama di kawasan tersebut.

Pemerintah Inggris menyebut, forum tersebut akan berfokus pada penyusunan rencana operasional bersama guna memastikan jalur perdagangan energi global itu dapat kembali aman dan stabil untuk dilalui kapal-kapal internasional.

Sebelumnya, lebih dari 10 negara telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam misi internasional yang dipimpin Inggris dan Perancis. Misi tersebut bertujuan mengamankan jalur pelayaran, terutama dalam situasi kawasan yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik.

Selain itu, sekitar 50 negara dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah juga telah mengikuti konferensi video tingkat internasional yang membahas stabilitas kawasan.

Selain aspek militer, pertemuan juga akan membahas skema penempatan pasukan jika kondisi di lapangan dinilai sudah memungkinkan, dengan tetap mempertimbangkan situasi keamanan regional.

Pemerintah Inggris menegaskan, setiap rencana pembukaan kembali Selat Hormuz akan sangat bergantung pada tercapainya gencatan senjata yang stabil dan berkelanjutan di kawasan.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.